Alumni SMAN Cimindi-13 Bandung dan Kisah Hidup di Jantung Rimba Kareumbi
Siang menjelang sore, tawa para alumni Cimindi terdengar dari kejauhan. Mereka menutup hari dengan nasi liwet bersama di bawah rindangnya pepohonan. Di antara wangi nasi liwet dan cerita masa sekolah, tumbuh keyakinan bahwa pohon-pohon yang mereka tanam hari itu akan menjadi penanda abadi. Bahwa Cimindi masih hidup—melalui wali pohon di Kareumbi, di Ciburial, dan di hati mereka yang tak pernah lupa pada akar.
Dan di tengah semuanya, Dian Purnama, sang penjaga sunyi, berdiri tenang. Ia tahu, selama masih ada yang mau menanam dan menjaga, hutan Kareumbi akan selalu punya harapan. Sebab di setiap helai daun yang bergetar, ada doa manusia yang percaya bahwa alam dan kenangan bisa tumbuh bersama.
@aep s abdullah
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!