Allianz: Tertanggung Makin Tangguh Hadapi Serangan Siber
Namun demikian, sebagian besar organisasi besar masih memilih untuk menanggung risiko sendiri (self-insured), dan hal ini juga berlaku untuk UMKM, yang cenderung lebih rentan terhadap risiko siber. Perusahaan Asia yang memiliki kehadiran internasional juga disarankan mempertimbangkan solusi asuransi siber multinasional, khususnya jika mereka beroperasi di Australia, AS, dan Inggris, yang umumnya menghadapi kerugian keuangan lebih besar akibat litigasi privasi dan pelanggaran data.
Penetrasi Asuransi Siber Masih Rendah, Padahal Potensi Pasar Meningkat Tajam
“Pasar asuransi siber global diperkirakan akan lebih dari dua kali lipat menjadi hampir US$30 miliar pada akhir dekade ini, namun tingkat penetrasi masih relatif rendah. Kami ingin menekankan bahwa asuransi siber memainkan peran penting dalam membangun ketahanan, terutama di tengah perubahan teknologi dan regulasi yang cepat. Banyak perusahaan yang belum sepenuhnya menyadari cakupan perlindungan yang ditawarkan, yang bisa mencakup biaya respons pelanggaran, gangguan bisnis, hingga denda dan sanksi regulasi,” kata Jarrod Schlesinger, Kepala Global Financial Lines and Cyber di Allianz Commercial.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!