Alfiyanto, Seniman Tari yang Mendedikasikan Diri untuk Anak-Anak Ciganitri
Alasan pemilihan Kampung Ciganitri sebagai tempat aktivitas seni Rumah Kreatif Wajiwa diantaranya karena melihat kondisi kampung Ciganitri dan masyarakat aslinya.
Kampung Ciganitri awalnya merupakan daerah agraris yang sekarang sudan berubah menjadi kampung urban, desa menjadi kota karena diserbu oleh perusahaan pengembang properti, sehingga pembangunan kawasan perumahan elit, tempat bisnis, dan munculnya kawasan kota-kota kecil yang mengorbankan sawah, ladang dan balong ikan milik masyarakat setempat. Mereka kehilangan mata pencarian, dan tergeser dari tanahnya sendiri. Persoalan ini menimbulkan banyak masalah, mulai dari beralih profesi, bertambahnya pengangguran terutama tenaga produktif
kalangan usia muda, sehingga tingkat kejahatanpun meningkat. Disamping itu, persoalan ekonomi, sosial, dan budaya juga tidak dapat dihindari.
Berdirinya Rumah Kreatif Wajiwa semakin memancing ide dan gagasan-gagasan liar untuk segera diwujudkan kedalam karya tari, juga diaplikasikan kedalam beberapa program, diantaranya, pemberdayaan masyarakat di lingkungan Rumah Kreatif Wajiwa, melalui seni tari.
Metode Literasi Tubuh Wajiwa menjadi instrumen utama dalam aktiitas dan kreativitas tari di Wajiwa.
Semua kegiatan ataupun program yang dilakukan melibatkan masyarakat Kampung Ciganitri dan sekitarnya, mulai dari usia anak-anak, remaja, dewasa, dan orang tua, dengan program inkubasi seni yang berkelanjutan.
Rumah Kreatif Wajiwa dan Huma Wajiwa menjadi angin segar bagi Wajiwa untuk melakukan penggenerasian, melanjutkan serta mengembangkan materi-materi pelatihan yang telah dilakukan semenjak tahun 2006.
Aktivitas dan kreativitas di Rumah Kreatif Wajiwa berbeda dari komunitas tari dan sanggar-sanggar tari pada umumnya, akan tetapi di samping materi tari dan kreativitas tari sebagai materi utama, Di Rumah Wajiwa ini juga menghadirkan beberapa metode pelatihan dan program pendamping yang dapat mendukung aktivitas dan kreativitas tari sebagai kompetensi utama, yang diberi nama Literasi Tubuh Wajiwa, diantaranya literasi raga, literasi rasa, literasi pikir, dan imajinasi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!