IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Alfiyanto, Seniman Tari yang Mendedikasikan Diri untuk Anak-Anak Ciganitri

ED
Kamis, 13 Oktober 2022 | 09:40 WIB
Bagikan
Alfiyanto, Seniman Tari yang Mendedikasikan Diri untuk Anak-Anak Ciganitri

VISI.NEWS | BOJONGSOANG - Memulai dari nol di Kampung Ciganitri, bersama anak-anak pinggiran di daerah tersebut. Alfianto, atau yang lebih di kenal Uda Alfianto Wajiwa, seorang seniman berdarah Minang yang menetap di sana, mengenalkan Wajiwa Dance Center dan Rumah Kreatif Wajiwa, pada masyarakat sekitar. Kiprahnya ini untuk mengajak, dan mengasah kepekaan tubuh anak-anak agar memiliki rasa syukur pada kediriannya, dan mampu menggali lebih dalam dan serius dunia tari. Tari sebagai ekspresi diri yang harus terefleksikan pada hidup yang mesti terbangun spirit syukur dan bahagianya.

Tempat dan komunitas yang konsisten menggali dunia kreativitas tari ini tepatnya berada di Kampung Ciganitri, Jalan Tirtawang II, Ciganitri, Desa Lengkong, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Wajiwa merupakan sebuah komunitas tari yang bergerak dibidang persoalan ketubuhan tari itu sendiri. Berdiri pada tahun 2006 yang terbentuk dari semangat kreativitas di kampus Institut Seni Budaya Indonesia (STSI) yang sekarang menjadi Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung.

Seiring dengan perjalanan waktu dan geliat kreativitas Wajiwa mempunyai keinginan untuk mengembangkan aktivitas dan kreativitas di luar kampus ISBI Bandung. Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa pada tahun 2013 keinginan tersebut terealisasikan. Ia berhasil memiliki sebuah tempat setelah membeli sebidang tanah ukuran luas tanah 230 m2 yang di fungsikan sebagai tempat tinggal dan ruang seni. Di tempat ini ia membuat konsep halaman sebagai tempat aktivitas berkesenian, tempat ini diberi nama Rumah Kreatif Wajiwa. Di tempat ini, ia sebagai pemilik sekaligus sebagai art director, pelatih utama dan koreografer.

Pada tahun 2021 Wajiwa membuat sebuah stodio alam yang diberi nama “Huma Wajiwa,” dengan konsep kampung.

Ruang yang ada di Wajiwa ini di jadikan sebagai laboratorium untuk mencari dan menemukan. Tempat ini merupakan wadah untuk memfasilitasi semangat proses dan kreativitas seluruh anggota Wajiwa dan masyarakat lingkungan.

Alasan pemilihan Kampung Ciganitri sebagai tempat aktivitas seni Rumah Kreatif Wajiwa diantaranya karena melihat kondisi kampung Ciganitri dan masyarakat aslinya.

Kampung Ciganitri awalnya merupakan daerah agraris yang sekarang sudan berubah menjadi kampung urban, desa menjadi kota karena diserbu oleh perusahaan pengembang properti, sehingga pembangunan kawasan perumahan elit, tempat bisnis, dan munculnya kawasan kota-kota kecil yang mengorbankan sawah, ladang dan balong ikan milik masyarakat setempat. Mereka kehilangan mata pencarian, dan tergeser dari tanahnya sendiri. Persoalan ini menimbulkan banyak masalah, mulai dari beralih profesi, bertambahnya pengangguran terutama tenaga produktif

kalangan usia muda, sehingga tingkat kejahatanpun meningkat. Disamping itu, persoalan ekonomi, sosial, dan budaya juga tidak dapat dihindari.

Berdirinya Rumah Kreatif Wajiwa semakin memancing ide dan gagasan-gagasan liar untuk segera diwujudkan kedalam karya tari, juga diaplikasikan kedalam beberapa program, diantaranya, pemberdayaan masyarakat di lingkungan Rumah Kreatif Wajiwa, melalui seni tari.

Metode Literasi Tubuh Wajiwa menjadi instrumen utama dalam aktiitas dan kreativitas tari di Wajiwa.

Semua kegiatan ataupun program yang dilakukan melibatkan masyarakat Kampung Ciganitri dan sekitarnya, mulai dari usia anak-anak, remaja, dewasa, dan orang tua, dengan program inkubasi seni yang berkelanjutan.

Rumah Kreatif Wajiwa dan Huma Wajiwa menjadi angin segar bagi Wajiwa untuk melakukan penggenerasian, melanjutkan serta mengembangkan materi-materi pelatihan yang telah dilakukan semenjak tahun 2006.

Aktivitas dan kreativitas di Rumah Kreatif Wajiwa berbeda dari komunitas tari dan sanggar-sanggar tari pada umumnya, akan tetapi di samping materi tari dan kreativitas tari sebagai materi utama, Di Rumah Wajiwa ini juga menghadirkan beberapa metode pelatihan dan program pendamping yang dapat mendukung aktivitas dan kreativitas tari sebagai kompetensi utama, yang diberi nama Literasi Tubuh Wajiwa, diantaranya literasi raga, literasi rasa, literasi pikir, dan imajinasi.

Literasi Tubuh Wajiwa sebuah usaha untuk menggiring anak-anak ke wilayah kreativitas tari kontemporer.

Setelah melalui perjalanan panjang dalam aktivitas dan kreativitas kesenian dengan banyak rintangan-rintangan dan cobaan sehingga memperkuat keyakinan dan memberanikan diri untuk menyebutkan bahwa proses kreatif tari kontemporer merupakan ruang edukasi yang sangat luar biasa, terutama bagi anak-anak.

Proses ini tidak menjadikan anak-anak sebagai pengikut, tapi harus seperti pelatihnya, kalau tidak seperti pelatihnya berarti salah.

Pada proses Literasi Tubuh Wajiwa dan proses kreatif tari kontemporer Wajiwa membuka ruang yang sangat terbuka kepada anak-anak, mereka mencari, menemukan, dan mengaktualkan. Proses ini menggiring emosi menjadi ekspresi dan kemudian menjadi aktualisasi diri mereka. Ada dua nilai yang dicapai dalam proses di Wajiwa, yaitu nilai artistik (seni/karya seni) dan nilai kehidupan.

Untuk membangun kepekaan terhadap lingkungan Alfiyanto juga tidak segan-segan mengajak anak didiknya berlatih di sawah, bergulat dengan air dan lumpur, “Kami melatih di sawah agar anak-anak benar-benar merasakan sawah, memperkaya pengalaman tubuhnya dengan melakukan eksplotasi gerak dengan bebasnya,” ungkapnya Alfianto Wajiwa ini.

Wajiwa bergerak di gendre tari Kontemporer yang selalu berpijak pada budaya lokal dan mengakar di tanah sendiri. Seluruh siswa Wajiwa sebelum di giring keranah tari kontemporer mereka dibekali terlebih dahulu tari tradisi (Sunda), mulai dari usia anak-anak sampai dewasa. Proses kreativitas tari kontemporer sangat besar manfaatnya bagi anak-anak, disamping untuk melahirkan penari yang memiliki rasa gerak, juga menggali kecerdasan-kecerdasan tubuh, fikir dan daya imajinasi anak, sehingga tanpa kita sadari proses ini juga bermanfaat dalam pembentukan karakter anak. Metode Literasi Tubuh Wajiwa sudah sering di publikasikan dan di uji coba ke berbagai daerah dan berbagai event, baik dalam bentuk jurnal, workshop maupun seminar.

Alfiyanto pernah melakukan tari 12 jam tanpa henti dua kali di Bandung, serta menari 24 jam tanpa henti sebanyak 4 kali, yaitu di Bandung (dua kali), Surakarta (satu kali), dan Toraja (satu kali).

Banyak karya yang telah dihasilkan oleh Wajiwa, dan banyak juga event ataupun festival yang diikuti, baik lokal ataupun internasional.

Tahun 2020 ditunjuk Alfianto sebagai kurator tari kontemporer Jawa Barat. Sebagai Juri pada program tahunan berkelanjutan, yang terlibat pada Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Nasional, FLS2N tingkat Nasional, West Java Contemporary Dance Festival, dll.

Alfiyanto dan Wajiwa tahun 2018 memperoleh Anugerah Budaya dari pemerintah Kota Bandung serta tahun 2019 memperoleh Anugerah Karya Seni Unggulan Jawa Barat.@bambang melga suprayogi 

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.