Alfin Habib Hidupkan Kembali "Cindai"

ED
PN
Minggu, 19 Juli 2026 | 08:47 WIB
Bagikan
Alfin Habib Hidupkan Kembali "Cindai"

VISI.NEWS – Penyanyi dangdut Alfin Habib menghadirkan interpretasi baru lagu legendaris "Cindai", karya yang selama ini identik dengan diva Malaysia, Datuk Siti Nurhaliza. Melalui aransemen yang lebih segar, Alfin membawakan lagu tersebut dari sudut pandang seorang laki-laki tanpa menghilangkan karakter musik Melayu yang menjadi identitas utama karya tersebut.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Alfin untuk menghidupkan kembali lagu-lagu Melayu klasik agar tetap relevan di tengah perkembangan industri musik digital. Penyanyi kelahiran 1993 itu ingin menghadirkan pengalaman mendengarkan yang baru sekaligus tetap menghormati kekuatan komposisi asli yang telah melekat di hati para penikmat musik selama puluhan tahun.

Menurut Alfin, membawakan ulang "Cindai" bukanlah keputusan yang mudah. Lagu tersebut telah menjadi salah satu karya paling ikonik dalam musik Melayu dan begitu lekat dengan sosok Siti Nurhaliza.

"Saat pertama kali mendapatkan kesempatan membawakan 'Cindai', saya benar-benar speechless dan sempat tidak percaya. Lagu ini adalah karya legendaris yang dipopulerkan oleh Datuk Siti Nurhaliza, sehingga tantangannya terasa sangat besar. Saya sadar ada tanggung jawab untuk membawakan lagu ini dengan sebaik mungkin," ujar Alfin.

Ia menjelaskan, tantangan terbesar bukan berasal dari teknik vokal, melainkan bagaimana menerjemahkan emosi lagu yang selama ini identik dengan perspektif perempuan menjadi cerita yang tetap terasa alami ketika dinyanyikan oleh seorang laki-laki.

Meski menghadirkan interpretasi baru, Alfin memastikan tidak mengubah kekuatan melodi yang menjadi ciri khas "Cindai". Menurutnya, justru karakter asli lagu itulah yang membuat karya tersebut mampu bertahan lintas generasi.

"Sekarang banyak lagu lama yang diaransemen ulang dengan sentuhan modern. Dari situ saya merasa ini adalah waktu yang tepat untuk menghadirkan kembali 'Cindai' dalam versi yang lebih segar, namun tetap mempertahankan nuansa Melayu yang menjadi jiwanya," katanya.

Dalam proses produksinya, Alfin berupaya menjaga keseimbangan antara sentuhan musik modern dengan unsur tradisional Melayu. Ia tetap mempertahankan cengkok vokal dan senandung khas Melayu agar identitas lagu tidak hilang meski dibalut aransemen baru.

"Saya tetap menghadirkan cengkok dan senandung khas Melayu agar esensi lagu legendaris ini tidak hilang," ujarnya.

Kemampuan Alfin sebagai musisi multi-instrumentalis turut menjadi modal penting dalam proses penggarapan lagu tersebut. Selain dikenal sebagai penyanyi, ia juga menguasai sejumlah alat musik seperti biola, akordeon, piano, saksofon, dan gitar.

Pengalaman memainkan berbagai instrumen itu membantunya memahami karakter musik Melayu secara lebih mendalam, termasuk ketika menentukan komposisi aransemen yang tetap menjaga identitas musikal "Cindai".

Sebelum merilis versi terbaru lagu tersebut, Alfin telah lebih dahulu dikenal melalui sejumlah karya seperti "Permaisuri Hatiku" dan "Hilang Saat Terang". Lagu-lagu tersebut semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu penyanyi muda yang konsisten mengusung musik Melayu di industri musik Indonesia.

Karier Alfin mulai dikenal publik setelah mengikuti ajang pencarian bakat D'Academy musim ketiga. Penampilannya yang konsisten membawakan lagu-lagu bernuansa Melayu membuatnya mendapat julukan "Lord of Melayu" dari para penggemar.

Di tengah dominasi berbagai genre musik modern di platform digital, Alfin memilih tetap setia mengembangkan musik Melayu. Menurutnya, genre tersebut memiliki karakter yang kuat dan mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitasnya.

"Musik Melayu membentuk perjalanan karier saya sampai hari ini. Walaupun saya sering membawakan berbagai genre saat tampil, orang tetap mengenal saya lewat warna Melayu yang menjadi ciri khas saya," katanya.

Melalui perilisan "Cindai", Alfin berharap lagu legendaris tersebut dapat kembali dinikmati oleh pendengar lintas generasi. Ia ingin menghadirkan ruang nostalgia bagi penikmat musik lama sekaligus memperkenalkan keindahan musik Melayu kepada generasi muda.

"Untuk pendengar yang tumbuh bersama 'Cindai', saya berharap lagu ini bisa menjadi ruang untuk bernostalgia dengan nuansa yang baru. Sementara bagi generasi muda yang mungkin baru mengenal lagu ini, semoga versi ini bisa menjadi jembatan untuk melihat bahwa musik Melayu tetap indah dan dapat dinikmati semua kalangan. Saya juga berharap ke depannya, musik Melayu Indonesia terus lestari dan semakin dikenal, bukan hanya di Asia tetapi juga di dunia," tutup Alfin.

Sebagai penyanyi yang bernaung di bawah label Sony Music Entertainment Indonesia, Alfin Habib terus menunjukkan komitmennya untuk melestarikan musik Melayu melalui karya-karya yang mampu menjembatani nilai tradisi dengan selera pendengar masa kini. Melalui versi terbaru "Cindai", ia berharap warisan musik Melayu dapat terus hidup, berkembang, dan menjangkau lebih banyak penikmat musik di Indonesia maupun mancanegara.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.