Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana 5 Aug 2026 Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana 5 Aug 2026 Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026

Al Quran Imam Peradaban

ED
Senin, 6 Juni 2022 | 07:33 WIB
Bagikan
Al Quran Imam Peradaban
VISI.NEWS | JAKARTA - Kebenaran Al-Quran sebagai kalamullah (firman Allah) memiliki sifat pasti dan abadi sesuai dengan perkembangan situasi dan perkembangan zaman atau "shalihun li kulli zaman wa makan". Hal ini disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Wasekjen MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Arif Fahrudin, saat menjadi narasumber dalam Forum Group Discusion (FGD) Lembaga Pentasih Buku dan Konten Keislaman (LPBKI) MUI, Kamis (2/6/2022). “Maka disebutkan Al-Quran sebagai penunjuk jalan,” ujar KH Arif Fahrudin, dilansir dari laman resmi MUI pusat. Kiai Arif mengingatkan, pada era kenabian hingga abad ke-15, umat Islam pernah merebut kejayaan peradaban dunia melalui Al-Quran sehingga, lanjutnya, Islam menjadi imam peradaban dunia. “Namun, di abad 21 ini, peradaban Islam mendapat ujian berupa modernisasi sains, teknologi, dan kebudayaan,” lanjutnya. Menurutnya, sekarang ini yang menjadi puncak panutan nilai global yaitu peradaban saintifik dan positivistik. Kiai Arif melihat negara-negara di kawasan Muslim pun masih tercecer, menjadi makmum peradaban sehingga belum mampu berkontribusi secara maksimal dalam kancah peradaban sekarang ini. Dengan demikian, lanjutnya, seolah tercipta anomali peraban Islam. Padahal, dalam Al Quran disebutkan bahwa umat Islam adalah edisi umat terbaik (kuntum khaira ummatin ukhrijat lin naas). “Namun, fakta kontemporer belum mampu mewujudkannya. Meski demikian, dunia intelektual Islam tidak lantas tinggal diam,” ungkapnya. Kiai Arif menuturkan, upaya untuk mengembalikan Al Quran sebagai imam peradaban global terus dilakukan. Salah satunya oleh Syakh Zaghlul An-Najjar. Kiai Arif menjelaskan, Syakh Zaghlul An-Najjar merupakan pengarang tafsir ayat-ayat kauniah yang kontribusinya sangat layak diberi apresiasi karena mampu membuktikan bahwa Al-Quran dan sains bersifat faktual dan empirik. “Hal-hal seperti inilah yang mestinya terus digalakkan oleh seluruh pegiat literasi Islam,” tambahnya. Kiai Arif mengungkapkan, beberapa waktu lalu saat kunjungan Majelis Hukama Muslimin ke Indonesia yang dipimpin oleh Syekh Ahmad Thayyib Al-Azhar sempat menaruh asa peradaban Islam kepada Indonesia untuk menjadi imam peradaban dunia. Pada kesempatan tersebut, kata kiai Arif, Majelis Hukama Muslimin menyampaikan bahwa bukan eranya lagi kitab-kitab dari Timur Tengah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Namun sebaliknya, kitab-kitab karya ulama dan cendekiawan Muslim Indonesia yang sudah saatnya diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dan bahasa Internasional lainnya. “Ini adalah asa. Namun, asa tersebut mungkin bisa jadi kembali menguap jika tidak disertai oleh upaya-upaya serius berupa penguasaan terhadap perangkat-perangkat metodologis dalam memahami Al Quran dan hadis,”paparnya. Dalam konteks ini, kiai Arif berharap seluruh ormas Islam, pondok pesantren, dan perguruan tinggi Islam di Indonesia menjamin terlahirnya ahli-ahli linguistik Al Quran. Menurutnya, sangat mustahil bisa menikmati lezatnya hidangan Al Quran tanpa mengusai perangkat bahasa Al Quran yang berbahasa Arab tersebut. Untuk itu, Kiai Arif mengingatkan pentingnya menguasai ilmu Nahwu, Sharaf, Badi’, Ma’ani, Bayan, dan sejenisnya bagi komponen pegiat literasi Islam. “Dengan demikian, kandungan mutiara dan tuntunan menjadi imam peradaban dalam Al Quran dapat tergali dan terjadi bagi kemajuan Islam dan dunia,” pungkasnya. @fen

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.