Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Aktivitas Ekonomi Terganggu, Pasar Banjaran Dikepung Kemacetan

Desi Rossilawati
Senin, 5 Mei 2025 | 16:51 WIB
Bagikan
Aktivitas Ekonomi Terganggu, Pasar Banjaran Dikepung Kemacetan

VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Kemacetan lalu lintas yang parah menjadi pemandangan harian di kawasan Pasar Banjaran, Kabupaten Bandung. Kondisi ini terjadi hampir sepanjang hari, mulai pagi, siang, hingga sore, bahkan dini hari, di sepanjang Jalan Raya Banjaran.

Jalan Raya Banjaran, yang menghubungkan Alun-alun Banjaran hingga pertigaan Jalan Raya Pangalengan-Soreang-Banjaran ini menjadi titik rawan kemacetan utama akibat aktivitas Pasar Banjaran yang meluber hingga ke bahu jalan, diperparah dengan keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di luar area pasar resmi.

Hal ini secara signifikan mempersempit ruang lalulintas. Selain itu, angkutan umum yang berhenti sembarangan juga turut menambah kekacauan arus kendaraan.

Dampak kemacetan ini dirasakan langsung oleh warga yang melintas. Dadan, seorang pengemudi ojek online (ojol), mengeluhkan waktu tempuh yang berlipat ganda saat melintasi kawasan tersebut.

"Setiap melewati daerah banjaran saya harus lewat sini untuk menjemput penumpang, tapi karena macet jadi harus berangkat lebih awal, kalau ga kayak gitu pasti banyak penumpang yang mencancelnya , apalagi di subuh hari ketika menjemput penumpang berangkat kerja" ujar Dadan, Senin (5/5/2025).

Kemacetan ini tidak hanya mengganggu mobilitas, tetapi juga berdampak` pada aktivitas ekonomi. Pemborosan bahan bakar, penurunan produktivitas akibat waktu tempuh yang lebih lama, dan stres yang dialami pengguna jalan menjadi beban tambahan bagi masyarakat dan pelaku ekonomi di wilayah tersebut. @ihda

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.