Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Aktivis Neni Nur Hayati Alami Serangan Digital Usai Kritisi Buzzer Politik

ED
Kamis, 17 Juli 2025 | 02:49 WIB
Bagikan
Aktivis Neni Nur Hayati Alami Serangan Digital Usai Kritisi Buzzer Politik

VISI.NEWS | BANDUNG -Direktur Democracy and Election Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia, Neni Nur Hayati, mengaku mendapat serangan digital bertubi-tubi melalui akun Instagram @neni1783 dan TikTok @neninurhayati36 sejak dua hari terakhir, 15–16 Juli 2025. Dalam pernyataannya, Neni menyebut serangan tersebut terkait unggahannya mengenai bahaya buzzer terhadap demokrasi yang sempat viral di media sosial.

Neni menjelaskan bahwa pada 5 Mei 2025, ia mengunggah video edukatif tentang ancaman buzzer terhadap demokrasi dengan merujuk pada liputan Kompas berjudul “Buzzer Mengepung Warga” dan “Buzzer Politik Pemborosan Anggaran”. Video tersebut, katanya, bertujuan mengingatkan para kepala daerah agar tidak menggunakan buzzer untuk menyerang publik yang kritis. Dalam videonya, Neni juga mengutip Presiden John F. Kennedy dan Buya Syafii Maarif tentang pentingnya kebebasan berpendapat.

“Saya tidak pernah menyebut nama Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, secara khusus dalam video tersebut,” tegas Neni. Ia menambahkan bahwa unggahannya bersifat umum dan ditujukan kepada seluruh kepala daerah hasil Pilkada 2024. “Kritik saya fokus pada kebijakan, bukan pribadi. Bahkan, dalam beberapa video lain saya juga memberikan apresiasi kepada kebijakan Kang Dedi,” tambahnya.

Namun pada 16 Juli 2025, Neni mengaku kaget setelah mendapat laporan dari wartawan bahwa cuplikan video TikTok miliknya justru diposting ulang oleh akun resmi milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat, termasuk @jabarprovgoid, @humas_jabar, dan @jabarsaberhoaks. Video tersebut, kata Neni, dibingkai secara sepihak dan dipublikasikan tanpa izin dirinya.

Hingga berita ini ditulis, unggahan ulang video TikTok Neni di akun @jabarsaberhoaks telah ditonton ribuan kali, dengan 1.225 like dan 441 komentar. Namun, Neni mengaku mendapat serangan balik berupa komentar kasar dan intimidatif melalui akun pribadi miliknya. “Saya mencoba menanggapi dengan baik, tapi justru makin banyak akun yang menyerang secara brutal,” keluhnya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.