Aksi Kreatif Anak Muda dan Ibu Rumah Tangga, Bersatu Lawan Sampah Plastik dan Minyak Jelantah
Hasil karya mereka pun menarik perhatian, termasuk bagaimana slogan mereka ketika diabsen setiap kelompok kompak menerikkan slogan mereka seperti dari tema balap 'P BALAP' dan slogan viral 'Tung tung tung sahur' Bahkan siswa yang biasanya pendiam tampak tertawa, fokus, dan percaya diri memamerkan press tangan mereka dan ada juga topi buatan dari sampah plastik, yang disambut tepuk tangan dan sorakan meriah dari teman-temannya.
Antusiasme tinggi ini menunjukkan bahwa pendekatan yang relevan dan menyenangkan mampu meninggalkan kesan mendalam yang bahkan lebih membekas di benak mereka dan menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini.
2. Minyak Jelantah Jadi Sabun: Mahasiswa Gandeng Komunitas dan Ibu Rumah Tangga Cibitung Lawan Limbah Minyak
Masih dalam rangkaian kampanye 'Bijak Olah dan Bijak Pakai', unit kampanye mahasiswa Commstride berkolaborasi bersama komunitas Jelantah4change dalam sebuah workshop edukatif yang menggugah. Bertempatan di salah satu titik komunitas warga di daerah Cibitung, acara ini mengajak perwakilan ibu-ibu rumah tangga untuk ikut merasakan langsung dalam proses pengolahan limbah minyak jelantah menjadi sabun padat yang layak pakai, tepatnya pada tanggal Senin (21/4/2025).
Dipandu langsung oleh pendiri Jelantah4change, Johanes Anton Witono, kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang memaparkan pengetahuan, namun juga membuka dialog antara generasi muda dan para pengelola rumah tangga sebagai aktor penting dalam pengelolaan limbah domestik.
“Ini pertama kalinya kita sampai ke komunitas ibu-ibu secara langsung. Biasanya kita lebih cenderung bergerak di lingkup anak muda,” ujar Amanda, salah satu panitia Commstride.
“Tantangannya lebih ke bagaimana kita bisa menyampaikan pesan soal kebermanfaatan minyak jelantah secara menyenangkan dan masuk akal buat mereka," lanjutnya.
Meski penuh tantangan, respons para peserta justru di luar dugaan. Semangat luar biasa ibu-ibu saat mengaduk adonan sabun secara manual bahkan membuat Anton sendiri tak kuasa menahan tawa dan kekaguman. Suasana workshop berubah jadi ajang silaturahmi penuh tawa, nyanyian, dan tarian bersama, memperkuat misi bahwa aksi lingkungan bisa dilakukan oleh siapa pun dan dengan cara yang menyenangkan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!