Akibat Kebakaran di PT IMIP Morowali Sulawesi Tengah Dikabarkan 13 Tewas

ED
Minggu, 24 Desember 2023 | 20:52 WIB
Bagikan
Akibat Kebakaran di PT IMIP Morowali Sulawesi Tengah Dikabarkan 13 Tewas

Menurut Rudi, ledakan dan kebakaran itu berlangsung selama sekitar 30 menit. Ia mengatakan bahwa petugas pemadam kebakaran dari PT IMIP dan PT ITSS berusaha keras untuk memadamkan api. Ia juga mengatakan bahwa ada beberapa mobil ambulans yang datang untuk membawa korban ke rumah sakit. "Saya harap tidak ada lagi kejadian seperti ini. Ini sangat mengerikan dan menyedihkan. Saya berharap pihak perusahaan bisa memberikan jaminan keselamatan bagi para pekerja," ucap Rudi.

Kawasan industri PT IMIP merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia yang bergerak di bidang pengolahan nikel, stainless steel, dan carbon steel. Kawasan industri ini didirikan berdasarkan kerjasama antara Indonesia dan China pada tahun 2013. Presiden Joko Widodo meresmikan kawasan industri ini pada tanggal 28 Mei 2015.

Sejak beroperasi, kawasan industri PT IMIP telah menyerap ribuan tenaga kerja, baik lokal maupun asing. Namun, kawasan industri ini juga kerap menuai kontroversi, terutama terkait dengan isu lingkungan, hak pekerja, dan kesehatan masyarakat. Beberapa kali terjadi aksi unjuk rasa dan protes dari masyarakat sekitar dan pegiat lingkungan yang menuntut perbaikan dan penegakan hukum terhadap PT IMIP.

Pada bulan Juni 2023, terjadi kebakaran di lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PT Walxin Nickel Industry Indonesia (WNII), salah satu anak perusahaan PT IMIP. Kebakaran tersebut diduga akibat percikan api dari kegiatan pengelasan yang mengenai bahan mudah terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun menimbulkan kerusakan pada bangunan menara desulfurisasi.

Pada bulan September 2023, terjadi kebocoran pipa gas di PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS), yang menyebabkan gas beracun bocor dan menyebar ke sekitar kawasan industri. Akibatnya, puluhan warga mengalami sesak napas, pusing, dan muntah-muntah. Mereka dibawa ke puskesmas dan rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Pihak PT ITSS mengklaim bahwa kebocoran tersebut sudah ditangani dan tidak membahayakan lingkungan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.