Akibat Kebakaran di PT IMIP Morowali Sulawesi Tengah Dikabarkan 13 Tewas

ED
Minggu, 24 Desember 2023 | 20:52 WIB
Bagikan
Akibat Kebakaran di PT IMIP Morowali Sulawesi Tengah Dikabarkan 13 Tewas

VISI.NEWS | PALU - Sebuah ledakan hebat disusul kebakaran melanda PT Indonesia Morowali Industrial Park (PT IMIP), Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Minggu (24/12/2023) sekitar pukul 10.00 WITA. Ledakan tersebut diduga berasal dari tabung tungku smelter PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS), salah satu perusahaan yang beroperasi di kawasan industri berbasis nikel tersebut.

Akibat ledakan dan kebakaran itu, 13 orang dilaporkan tewas dan 51 orang mengalami luka-luka. Korban tewas terdiri dari 11 karyawan PT ITSS dan dua karyawan PT IMIP. Korban luka-luka dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kolonodale dan Rumah Sakit PT IMIP untuk mendapatkan perawatan medis.

Humas PT IMIP, Dedy Kurniawan, mengatakan bahwa penyebab ledakan masih dalam penyelidikan. Ia menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan pemadam kebakaran untuk menangani kejadian tersebut. "Kami sangat menyesalkan kejadian ini dan menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Kami akan memberikan bantuan dan dukungan kepada mereka," ujar Dedy.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Djoko Wienartono, mengatakan bahwa pihaknya telah membentuk tim gabungan untuk mengusut kasus ini. Ia mengatakan bahwa tim gabungan tersebut terdiri dari personel Polda Sulawesi Tengah, Polres Morowali, dan Polsek Bungku Utara. "Tim gabungan ini akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, dan memeriksa saksi-saksi. Kami akan mengusut tuntas kasus ini dan menentukan apakah ada unsur kelalaian atau kesengajaan," kata Djoko.

Salah satu saksi mata yang bekerja di PT IMIP, Rudi, mengatakan bahwa ia mendengar suara ledakan yang sangat keras saat sedang berada di kantin. Ia mengatakan bahwa ia langsung berlari keluar dan melihat asap hitam membubung dari arah PT ITSS. "Saya lihat banyak karyawan yang lompat dari atas gedung untuk menyelamatkan diri. Ada juga yang terjatuh dan terbakar. Saya kaget dan takut sekali. Saya berdoa semoga semua korban bisa selamat," tutur Rudi.

Menurut Rudi, ledakan dan kebakaran itu berlangsung selama sekitar 30 menit. Ia mengatakan bahwa petugas pemadam kebakaran dari PT IMIP dan PT ITSS berusaha keras untuk memadamkan api. Ia juga mengatakan bahwa ada beberapa mobil ambulans yang datang untuk membawa korban ke rumah sakit. "Saya harap tidak ada lagi kejadian seperti ini. Ini sangat mengerikan dan menyedihkan. Saya berharap pihak perusahaan bisa memberikan jaminan keselamatan bagi para pekerja," ucap Rudi.

Kawasan industri PT IMIP merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia yang bergerak di bidang pengolahan nikel, stainless steel, dan carbon steel. Kawasan industri ini didirikan berdasarkan kerjasama antara Indonesia dan China pada tahun 2013. Presiden Joko Widodo meresmikan kawasan industri ini pada tanggal 28 Mei 2015.

Sejak beroperasi, kawasan industri PT IMIP telah menyerap ribuan tenaga kerja, baik lokal maupun asing. Namun, kawasan industri ini juga kerap menuai kontroversi, terutama terkait dengan isu lingkungan, hak pekerja, dan kesehatan masyarakat. Beberapa kali terjadi aksi unjuk rasa dan protes dari masyarakat sekitar dan pegiat lingkungan yang menuntut perbaikan dan penegakan hukum terhadap PT IMIP.

Pada bulan Juni 2023, terjadi kebakaran di lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PT Walxin Nickel Industry Indonesia (WNII), salah satu anak perusahaan PT IMIP. Kebakaran tersebut diduga akibat percikan api dari kegiatan pengelasan yang mengenai bahan mudah terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun menimbulkan kerusakan pada bangunan menara desulfurisasi.

Pada bulan September 2023, terjadi kebocoran pipa gas di PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS), yang menyebabkan gas beracun bocor dan menyebar ke sekitar kawasan industri. Akibatnya, puluhan warga mengalami sesak napas, pusing, dan muntah-muntah. Mereka dibawa ke puskesmas dan rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Pihak PT ITSS mengklaim bahwa kebocoran tersebut sudah ditangani dan tidak membahayakan lingkungan.

@mpa

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.