AIPOM dan AFJ Desak Pemerintah Keluarkan Larangan Perdagangan Monyet Ekor Panjang

ED
Senin, 23 Mei 2022 | 16:52 WIB
Bagikan
AIPOM dan AFJ Desak Pemerintah Keluarkan Larangan Perdagangan Monyet Ekor Panjang

Antonio dari Aksi Peduli Monyet (AIPOM) menambahkan, “Kita dengan mudah bisa menemukan bayi-bayi monyet tanpa induk di pasar hewan. Padahal, di habitat aslinya, monyet hidup dalam kelompok-kelompok sosial. Kelompok tersebut sebisa mungkin akan mempertahankan anggotanya, dan karenanya, seringkali induk monyet dibunuh agar bayinya dapat diambil untuk kemudian diperdagangkan sebagai hewan peliharaan maupun jenis eksploitasi lainnya, seperti topeng monyet".

Ini tentu sangat tragis dan mengkhawatirkan. Dalam banyak sekali kasus yang terjadi, monyet peliharaan yang beranjak dewasa dan tidak lucu lagi akan berakhir dengan leher yang terikat rantai atau di kandang dalam kondisi mengenaskan tanpa perawatan yang memadai.

Reza Maulana S.T., M.Si, akademisi ilmu lingkungan dan primata, "Monyet adalah satwa liar yang hidupnya di hutan, bukan hewan peliharaan. Monyet juga dikenal membawa penyakit menular, itu juga alasan monyet bukan peliharaan. Kalaupun ada wujud pemanfaatan monyet, haruslah dengan tujuan yang penting dan jelas seperti untuk keilmuan. Tentunya dengan peraturan, izin, dan perhitungan oleh ahli. Pemanfaatan diluar kepentingan keilmuan yang terencana dengan baik, bukanlah praktik yang benar. Untuk itu kita harus bersama-sama membantu pemerintah, KLHK, BKSDA dalam rangka menghentikan perdagangan satwa liar monyet".

Selain itu, eksploitasi monyet sebagai hewan peliharaan maupun objek hiburan, seperti topeng monyet, menimbulkan masalah serius di masyarakat. Telah banyak muncul berbagai ‘konflik’ antar warga dan monyet peliharaan atau eks-peliharaan yang dilepas sembarangan, dan meresahkan atau bahkan menyerang warga. Bahaya tak hanya mengintai manusia dewasa, tapi bahkan anak-anak, misalnya saja kasus yang dialami oleh bocah berusia 4 tahun di Palmerah pada 2021 lalu, yang terluka cukup parah akibat diserang oleh monyet peliharaan warga yang lepas, dilansir dari "Heboh Monyet Lepas Serang Bocah hingga Terluka di Palmerah". detikNews. 24 April 2021.

Tak sampai di situ saja, masalah kesehatan tentu tak boleh luput dari perhatian. Antonio dari Koalisi Aksi Peduli Monyet menegaskan, “Sebagai sesama mamalia dan primata, monyet dan manusia dapat menularkan zoonosis melalui interaksi jarak dekat. Monyet dapat dengan mudah menularkan parasit dan penyakit berbahaya ke tubuh manusia dan begitu pula sebaliknya".

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.