Ahmad Labib Minta Freeport Perhatikan Keseimbangan Lingkugan
VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI, Ahmad Labib, menyampaikan kritik tajam terkait dampak ekologis aktivitas pertambangan Freeport.
Ia menilai manfaat ekonomi yang besar tidak sebanding dengan kerusakan lingkungan yang ditinggalkan.
Menurut Labib, Freeport perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasionalnya. Ia menekankan bahwa harmoni dengan alam adalah hal yang dipertaruhkan.
“Saya kira Freeport perlu hitung ulang antara keuntungan mengejar kemajuan materialisme sekarang dengan kerusakan ekologis yang nanti diwariskan,” ujarnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama PT Freeport Indonesia, Senin (24/11/2025).
Politisi Partai Golkar tersebut juga menyinggung bahwa kontribusi Freeport terhadap PDB dan PDRB memang signifikan bahkan PDRB daerah terdampak disebut mencapai 91 persen. Namun, ia menilai kerusakan ekologis yang terjadi nyaris tidak bisa dipulihkan.
Selain itu, ia menilai Freeport masih kurang inklusif dalam melibatkan masyarakat lokal.
“Banyak program investasi sosial sudah dilakukan, tapi saya menganggap itu belum cukup,” kata Labib.
Ia meminta agar Freeport mengoptimalkan masa IUPK yang berlaku hingga 2041 dan kemungkinan perpanjangan sampai 2061 untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!