Ahli Sarankan Makan Malam Sebelum Pukul 19.00
Ilustrasi./visi.news/iStock.
VISI.NEWS | BANDUNG - Kebiasaan makan malam lebih awal dinilai dapat membantu tubuh mengelola lemak lebih optimal sekaligus menjaga kesehatan jantung, yang pada akhirnya berpotensi mendukung penurunan kadar kolesterol.
Mengutip dari laman kesehatan Eating Well Sabtu (13/6/2026), bahwa para ahli gizi umumnya menyarankan agar makan malam diselesaikan dua hingga tiga jam sebelum waktu tidur.
Ahli gizi Jackie Bridson mengatakan tidak ada waktu makan malam yang benar-benar ideal untuk semua orang, namun makan lebih awal memberi kesempatan tubuh untuk memproses lemak secara lebih efisien.
“Jika Anda tidur sekitar pukul 22.00, cobalah menyelesaikan makan malam pada pukul 19.00 atau 20.00,” katanya.
Menurut Bridson, organ hati yang berperan dalam produksi dan pengelolaan kolesterol bekerja mengikuti ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Pada malam hari, metabolisme cenderung melambat sehingga kemampuan tubuh memproses lemak menjadi kurang optimal.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi makanan pada malam hari dapat menghasilkan kadar trigliserida lebih tinggi dibandingkan jika makanan dikonsumsi lebih awal. Trigliserida merupakan salah satu jenis lemak yang diperiksa dalam profil kolesterol.
Selain itu, kebiasaan makan terlalu larut secara konsisten dikaitkan dengan profil lemak darah yang kurang baik serta peningkatan risiko gangguan kardiometabolik.
Penelitian terbaru juga menemukan bahwa menghentikan makan setidaknya tiga jam sebelum tidur dan memperpanjang puasa malam hingga sekitar 13 jam dapat membantu memperbaiki tekanan darah, denyut jantung, dan pengaturan gula darah pada malam hari.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!