Adopsi "Spirit Doll" Bukan Fenomena Baru. Ini Penjelasan Pemerhati Budaya
VISI.NEWS | SOLO - Berita menghebohkan warganet tentang sejumlah artis yang mengadopsi boneka arwah atau spirit doll sebagai anak mereka, mendapat tanggapan seorang pemerhati budaya dosen ilmu sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Drs. Tundjung Wahadi Sutirto, M.Si.
Dia menganggap, di antaranya postingan foto salah seorang artis dan desainer bersama dua boneka arwah di akun Instagram dan memperlakukan kedua boneka tersebut seperti bayi bukan fenomena baru. Menurut dosen ilmu sejarah FIB UNS itu, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia sudah sejak lama percaya dan memperlakukan secara khusus boneka arwah dalam kegiatan tradisi.
"Dalam mitologi Jawa, ada perilaku supranatural menggunakan media visual, seperti boneka, untuk berdialog dengan entitas arwah. Di daerah lain, juga ada fenomena permainan supranatural dengan menggunakan boneka atau visualisasi wujud manusia. Contohnya, dalam budaya Jawa boneka yang dipercaya sebagai media mendatangkan arwah adalah Jalangkung. Sedangkan di daerah lain disebut Nini Thowok atau Nini Thowong," katanya kepada VISI.NEWS, Rabu (5/1/2022).
Tunjung memaparkan, boneka Jalangkung yang terbuat dari gayung air dari tempurung kelapa dan masyarakat Jawa menyebutnya siwur dengan kerangka kayu untuk membentuk tubuh dan tangan, dipersonifikasikan sebagai figur laki-laki. Sedangkan boneka arwah yang dipersonifikasikan perempuan disebut Nini Thowok.
Tundjung W Sutirto menyatakan, dalam tradisi dan mitologi Jawa penggunaan boneka arwah erat kaitannya dengan perkembangan animisme dan dinamisme masyarakat.
Dia menunjuk berbagai khasanah dan pustaka sejarah, menyebutkan sejak zaman Mesolitikum sudah muncul kepercayaan terhadap kekuatan roh. Disusul kehadiran paham Hindu-Budha semakin memperkaya kepercayaan terhadap roh yang sebelumnya sudah ada.
"Hal ini mendorong manusia untuk hidup dan membangun harmonisasi dengan entitas roh. Hasil harmonisasi itulah yang kemudian melahirkan perilaku menghadirkan roh dalam visualisasi diri orang dan boneka atau benda bertuah," jelasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!