ADHD pada Anak: Tantangan dalam Konsentrasi dan Perilaku
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 1 Maret 2025 | 02:30 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder merupakan gangguan mental yang membuat anak kesulitan dalam memusatkan perhatian, serta cenderung memiliki perilaku impulsif dan hiperaktif. Kondisi ini dapat memengaruhi prestasi akademik anak di sekolah.
Meskipun penyebab ADHD belum diketahui secara pasti, faktor genetik dan lingkungan diduga berperan dalam meningkatkan risikonya. Beberapa penelitian juga mengaitkan ADHD dengan gangguan pada pola aliran listrik atau gelombang otak. Sementara itu, anggapan bahwa konsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan hiperaktivitas belum memiliki bukti ilmiah yang kuat.
ADHD ditandai dengan kesulitan dalam berkonsentrasi, perilaku impulsif, dan hiperaktivitas. Anak dengan ADHD sering kali tidak bisa diam, melakukan gerakan berulang (stimming), serta mudah lupa terhadap aktivitas yang sedang dilakukan. Selain itu, mereka mungkin mengalami kesulitan belajar, seperti membaca dan menulis.
Gangguan ini umumnya mulai tampak sebelum anak berusia 12 tahun, bahkan bisa terdeteksi sejak usia 3 tahun. Jika tidak ditangani dengan baik, gejala ADHD dapat terus berlanjut hingga dewasa.
ADHD tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi gejalanya dapat dikelola melalui kombinasi terapi obat dan psikoterapi. Selain itu, orang tua, keluarga, pengasuh, serta guru di sekolah perlu mendapatkan edukasi agar dapat memberikan dukungan yang optimal bagi anak dengan ADHD.
Meskipun tidak dapat dicegah sepenuhnya, ibu hamil bisa mengurangi risiko ADHD pada anak dengan menghindari rokok, alkohol, dan narkotika selama kehamilan. Selain itu, menjaga anak dari paparan asap rokok dan zat beracun juga dapat membantu mengurangi faktor risiko ADHD. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!