Adab Membaca dan Mendengarkan Lantunan Ayat Al Quran
Ketiga, dalam kondisi suci. Sebaiknya orang yang hendak membaca Al Quran berada dalam kondisi suci dan boleh jika dia dalam keadaan berhadas berdasarkan kesepakatan kaum Muslim.
Keempat, berada di tempat yang suci. Hendaknya ketika membaca Al Quran, seseorang berada di tempat yang bersih dan nyaman. Mayoritas ulama menganjurkan di masjid karena merupakan tempat yang mulia, serta tempat untuk melakukan ibadah lainnya, seperti iktikaf.
Kelima, menghadap kiblat. Hendaknya orang yang membaca Al Quran di luar salat dianjurkan untuk mennghadap kiblat.
Bersikap khusyuk dan tenang jiwa raganya, seakan-akan dia tengah berada di hadapan sang guru. Sikap tersebut menurut Imam Nawawi lebih sempurna.
Keenam, memulai bacaan Al Quran dengan isti’adzah dan membiasakan mengawali setiap surah dengan basmalah, kecuali surat at-Taubah.
Selain berlakunya adab bagi pembaca Al Quran, perlu diperhatikan pula adab bagi mereka yang mendengarkan bacaan tersebut.
Hal ini sebagai bentuk pemuliaan terhadap Al Quran yang merupakan kalam ilahi, bukan bacaan karangan manusia seperti koran, buku, majalah, dan sebagainya.
Berkenaan dengan hal tersebut, Imam as-Suyuthi dalam kitab Al-Itqan fi Ulumil Qur’an menjelaskan:
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!