Ada Rp 5 Triliun yang Bisa Diputar, Kang DS Berusaha Keras Meningkatkan Ekonomi Sirkular Melalui MBG

ED
Jumat, 19 September 2025 | 11:56 WIB
Bagikan
Ada Rp 5 Triliun yang Bisa Diputar, Kang DS Berusaha Keras Meningkatkan Ekonomi Sirkular Melalui MBG

Bupati Dadang menekankan pentingnya menciptakan ekosistem ekonomi yang saling terhubung dalam pelaksanaan MBG. Dalam konsep ekonomi sirkular, dana yang digulirkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan gizi baik akan kembali mengalir ke perekonomian lokal, memperkuat industri kecil, serta mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi. "Dana yang berputar dalam ekonomi sirkular ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan," katanya.

Selain itu, Bupati Dadang juga memaparkan bahwa setiap lahan kosong di Kabupaten Bandung harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, baik untuk budidaya ikan maupun tanaman pangan. Ia menyatakan bahwa seluruh lahan yang tidak produktif harus bisa diubah menjadi sumber daya yang dapat mendukung program MBG. "Kami ingin mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong mereka, baik untuk kolam ikan maupun untuk menanam sayuran yang bergizi," jelasnya.

Tidak hanya sektor pangan, Bupati juga menyadari pentingnya peran teknologi dalam mendukung kelancaran distribusi makanan bergizi. Pemanfaatan platform digital dan aplikasi akan mempercepat distribusi makanan, memastikan bahwa bantuan yang diberikan sampai ke tangan yang tepat. "Kami akan mengintegrasikan teknologi untuk mempermudah distribusi dan memastikan semua pihak mendapat manfaat dari program ini," ujar Bupati Dadang.

Dukungan dari berbagai pihak, terutama sektor swasta dan lembaga pendidikan, juga sangat dibutuhkan untuk menyukseskan MBG. Bupati Dadang percaya bahwa sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta akan mempercepat pencapaian tujuan program ini. "Kami akan terus mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama memperjuangkan keberhasilan program ini," tambahnya.

Dalam rangka mendukung pelaksanaan program, Bupati Dadang juga merencanakan pelatihan-pelatihan bagi petani dan pelaku UMKM di bidang pengolahan makanan. Dengan demikian, selain membantu memenuhi kebutuhan gizi, sektor-sektor ini juga dapat meningkatkan kapasitas dan keterampilan produksi mereka. "Ini bukan hanya soal memberi makan, tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk bisa lebih mandiri secara ekonomi," katanya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.