Ada Rp 5 Triliun yang Bisa Diputar, Kang DS Berusaha Keras Meningkatkan Ekonomi Sirkular Melalui MBG

ED
Jumat, 19 September 2025 | 11:56 WIB
Bagikan
Ada Rp 5 Triliun yang Bisa Diputar, Kang DS Berusaha Keras Meningkatkan Ekonomi Sirkular Melalui MBG

VISI.NEWS | BANDUNG - Bupati Bandung HM Dadang Supriatna terus berupaya keras dalam meningkatkan perekonomian Kabupaten Bandung dengan mengimplementasikan program pemerintah pusat, Makanan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program ini dapat menjadi motor penggerak bagi terbentuknya ekonomi sirkular yang tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat secara langsung, tetapi juga mendorong sektor-sektor ekonomi lokal untuk berkembang pesat. Dalam wawancara khusus dengan VISI.NEWS pada Kamis (18/9/2025) malam, Bupati Dadang menjelaskan rencana besar dan potensi yang dimiliki program MBG untuk memajukan ekonomi daerah.

"Di Kabupaten Bandung ini, kalau bisa semuanya diwujudkan, ada Rp 5 Triliun dana yang bisa berputar, dan terus tumbuh," ujar Bupati Dadang dengan penuh optimisme. Ia menjelaskan bahwa melalui program MBG, dana yang berputar tersebut akan mengalir melalui berbagai sektor, mulai dari pertanian, pengolahan makanan, hingga pemberdayaan UMKM dan masyarakat. Setiap sektor ini akan saling mendukung untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Program MBG, yang merupakan inisiatif dari pemerintah pusat, diharapkan dapat memperbaiki kualitas gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan yang kesulitan mengakses makanan bergizi. Bupati Dadang menjelaskan bahwa Kabupaten Bandung berkomitmen untuk memastikan program ini berjalan dengan lancar, dengan memberikan akses yang lebih baik kepada warga untuk mendapatkan makanan sehat dan bergizi secara gratis.

Di balik dampak sosialnya, program MBG juga dipercaya dapat menggerakkan ekonomi daerah. "Dengan memanfaatkan potensi lokal, kita bisa memberdayakan sektor pertanian dan industri pengolahan makanan yang ada di Kabupaten Bandung," ungkap Bupati. Dengan adanya akses yang lebih mudah terhadap makanan bergizi, sektor pertanian dan UMKM akan mendapatkan peluang untuk meningkatkan produksinya. Program ini juga akan memperkuat sektor-sektor produktif lainnya, menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan, serta meningkatkan daya beli masyarakat.

Bupati Dadang menekankan pentingnya menciptakan ekosistem ekonomi yang saling terhubung dalam pelaksanaan MBG. Dalam konsep ekonomi sirkular, dana yang digulirkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan gizi baik akan kembali mengalir ke perekonomian lokal, memperkuat industri kecil, serta mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi. "Dana yang berputar dalam ekonomi sirkular ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan," katanya.

Selain itu, Bupati Dadang juga memaparkan bahwa setiap lahan kosong di Kabupaten Bandung harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, baik untuk budidaya ikan maupun tanaman pangan. Ia menyatakan bahwa seluruh lahan yang tidak produktif harus bisa diubah menjadi sumber daya yang dapat mendukung program MBG. "Kami ingin mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong mereka, baik untuk kolam ikan maupun untuk menanam sayuran yang bergizi," jelasnya.

Tidak hanya sektor pangan, Bupati juga menyadari pentingnya peran teknologi dalam mendukung kelancaran distribusi makanan bergizi. Pemanfaatan platform digital dan aplikasi akan mempercepat distribusi makanan, memastikan bahwa bantuan yang diberikan sampai ke tangan yang tepat. "Kami akan mengintegrasikan teknologi untuk mempermudah distribusi dan memastikan semua pihak mendapat manfaat dari program ini," ujar Bupati Dadang.

Dukungan dari berbagai pihak, terutama sektor swasta dan lembaga pendidikan, juga sangat dibutuhkan untuk menyukseskan MBG. Bupati Dadang percaya bahwa sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta akan mempercepat pencapaian tujuan program ini. "Kami akan terus mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama memperjuangkan keberhasilan program ini," tambahnya.

Dalam rangka mendukung pelaksanaan program, Bupati Dadang juga merencanakan pelatihan-pelatihan bagi petani dan pelaku UMKM di bidang pengolahan makanan. Dengan demikian, selain membantu memenuhi kebutuhan gizi, sektor-sektor ini juga dapat meningkatkan kapasitas dan keterampilan produksi mereka. "Ini bukan hanya soal memberi makan, tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk bisa lebih mandiri secara ekonomi," katanya.

Bupati juga menjelaskan bahwa kebijakan ekonomi sirkular yang sedang digalakkan akan memperhatikan keberlanjutan jangka panjang. Salah satunya adalah dengan mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam yang ada di Kabupaten Bandung. "Kami akan menjaga keseimbangan antara kebutuhan pangan dan pengelolaan lingkungan. Ekonomi sirkular tidak hanya tentang makanan, tetapi tentang bagaimana seluruh sektor dapat saling mendukung dan tumbuh bersama," jelasnya.

Dengan langkah-langkah tersebut, Bupati Dadang optimis Kabupaten Bandung akan menjadi contoh bagi daerah lain dalam penerapan ekonomi sirkular berbasis pada program MBG. Ia berharap program ini akan menciptakan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, yang manfaatnya akan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. "Kami yakin dengan kerja keras dan kolaborasi yang solid, Kabupaten Bandung bisa mencapai tujuan besar ini," tutup Bupati Dadang.

@uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.