IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Ace Hasan : Kementerian Agama Harus Mendorong Ekosistem Ekonomi Haji

ED
Senin, 7 November 2022 | 18:05 WIB
Bagikan
Ace Hasan : Kementerian Agama Harus Mendorong Ekosistem Ekonomi Haji

VISI.NEWS | JAKARTA - Komisi VIII DPR RI menggelar rapat kerja bersama dengan Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perhubungan, Senin (7/11/2022) di Gedung DPR RI. Rapat bersama ini membahas evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 1443H/2022M mulai dari aspek pelayanan kesehatan, transportasi, konsumsi hingga akomodasi. Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily yang memimpin rapat tersebut menyampaikan bahwa dalam penyelenggaraan ibadah haji, Kemenag harus mendorong terciptanya ekosistem ekonomi haji.

“Saya ingin kita punya komitmen bersama yaitu bagaimana produk-produk Indonesia betul-betul bisa dimanfaatkan bagi jamaah haji Indonesia juga. Jadi jangan sampai misalnya sayur-sayuran dari Thailand, kemudian ikan Patin dari Thailand, beras dari Vietnam. Jadi ini harus ada komitmen politik kita untuk mendorong agar haji ini kembali ke kita juga".

“Kementerian Agama harus mendorong ekosistem ekonomi haji. Ini harus jadi komitmen bersama. Mendorong koordinasi Kemenag dengan kementerian terkait lainya. Agar ekosistem haji dapat mengoptimalkan produk-produk dalam negeri. Jadi sepakat ya,” demikian kata Ace.

Dalam rapat evaluasi itu, Ace memberikan beberapa masukan kepada Kementerian Agama untuk penyelenggaraan ibadah haji yang akan datang. Diantara yang menjadi sorotan Ace adalah pelayanan di masyair yang dirasa tidak seperti yang diharapkan.

“Pelayanan di masyair, walaupun terjadi peningkatan namun ini tidak sebanding dengan biaya yang diberikan. Tentu harus dijelaskan penyebab utamanya. Dan jika itu telah disampaikan kepada pihak Arab Saudi, apa respon yang diberikan oleh mereka. Karena ini persoalan bisnis, jadi harus ada pendekatan bisnis juga. Ada perjanjian-perjanjian tertentu yang disepakati jika jumlahnya lebih besar dari pada biasanya lalu pelayanannya tidak lebih baik daripada jumlah keuangan yang diberikan. Tentu kita tidak cukup, ya sudah kita sampaikan,” lanjut Ace.

Legislator dari Dapil Jabar II (Kabupaten Bandung dan Bandung Barat) itu juga menyoroti sisa anggaran dari penyelenggaraan haji. Ia mendorong perencanaan yang baik pada musim haji yang akan datang.

“Saya memberikan sorotan khusus jumlah saldo sebesar Rp. 546 miliar. Saya kira ini angka yang banyak. Kita kemarin pada saat kekurangan, sibuk. Cari kantong kiri kantong kanan untuk bisa menutupi biaya masyair yang cukup tinggi. Tetapi setelah melakukan efisiensi ternyata cukup besar sisanya. Pertanyaan saya ada dua kemungkinan. Pertama, mungkin keberhasilan Kemenag melakukan efisiensi. Atau yang kedua, kita sendiri tidak mampu membuat perencanaan yang baik,” terang Ace.

“Forum rapat ini kita memastikan bahwa kita menerima laporan penyelenggaraannya. Sementara terkait dengan anggaran, ini perlu ada pembahasan khusus karena ini akan dijadikan proses pembelajaran kita di dalam menentukan langkah-langkah kedepannya,” pungkasnya.@mpa

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.