Abu Vulkanik Masuk Bandung, Sekolah Wajibkan Masker

ED
PN
Senin, 7 September 2026 | 08:06 WIB
Bagikan
Abu Vulkanik Masuk Bandung, Sekolah Wajibkan Masker

 Paparan abu vulkanik juga dapat menyebabkan iritasi pada hidung dan tenggorokan. Karena itu, penggunaan masker dinilai menjadi salah satu langkah pencegahan yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah selama kondisi tersebut masih berlangsung.

 Disdik Kota Bandung juga meminta para kepala sekolah meningkatkan pemantauan terhadap kondisi lingkungan masing-masing. Sekolah diharapkan memperhatikan perubahan kondisi udara dan keberadaan abu di sekitar lingkungan sekolah serta segera melakukan langkah pencegahan apabila diperlukan.

 Ketersediaan masker juga menjadi perhatian. Sekolah diminta memastikan masker tersedia bagi warga sekolah yang membutuhkan sehingga penerapan kebijakan tidak hanya bersifat imbauan, tetapi dapat dilaksanakan secara optimal selama kegiatan pendidikan berlangsung.

 Selain itu, komunikasi antara sekolah dan orang tua peserta didik dinilai penting. Orang tua diharapkan mengetahui kebijakan yang diberlakukan dan ikut memastikan anak-anak membawa serta menggunakan masker selama berada di lingkungan sekolah maupun ketika melakukan perjalanan menuju dan dari sekolah.

 Disdik Kota Bandung mengimbau seluruh warga sekolah dan orang tua tidak panik dalam menghadapi kondisi tersebut. Kewaspadaan tetap diperlukan dengan mengikuti informasi resmi dan menjalankan langkah-langkah pencegahan yang telah ditetapkan.

 “Kami mengajak seluruh warga sekolah dan orang tua untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta menjalankan langkah-langkah pencegahan yang telah dianjurkan,” kata Asep.

 Penerapan kebijakan tersebut dilakukan menyusul informasi bahwa abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau telah mencapai wilayah Kota Bandung. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah mengambil langkah antisipatif, khususnya pada sektor pendidikan yang melibatkan banyak peserta didik dan tenaga pendidik.

 Disdik Kota Bandung memastikan pemantauan akan terus dilakukan dengan berkoordinasi bersama instansi terkait. Hasil pemantauan dan perkembangan kondisi di lapangan akan menjadi dasar untuk menentukan apakah kebijakan penggunaan masker dan pembatasan aktivitas luar ruangan perlu dilanjutkan, disesuaikan, atau dihentikan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.