96 Dapur MBG di Magelang Setop Operasi
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)./visi.news/ist.
VISI.NEWS | MAGELANG – Sebanyak 96 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, berhenti beroperasi serentak pada Senin (8/6/2026). Penghentian layanan terjadi akibat belum cairnya dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Koordinator Wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kabupaten Magelang, Nrangwesthi Widyaningrum, mengatakan sebagian besar dapur MBG telah kembali menerima dana operasional pada hari yang sama sehingga dapat melanjutkan aktivitas pelayanan.
“(Sekarang) ada 31 SPPG berhenti,” ujar Westhi, sapaan akrabnya dalam keterangannya dikutip, Selasa (9/6/2026).
Menurut Westhi, penghentian sementara operasional dapur MBG tidak berkaitan dengan kasus dugaan korupsi yang menyeret tiga mantan pimpinan BGN, yakni mantan Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung.
Ia menjelaskan keterlambatan pencairan dana operasional lebih disebabkan oleh mekanisme administrasi dan proses penyaluran anggaran yang melibatkan sejumlah instansi pemerintah.
“Terkait dengan mekanisme pengisian top up ke masing-masing SPPG. Karena ini dana APBN tentunya melibatkan beberapa institusi. Diproses dulu melalui Kementerian Keuangan juga,” paparnya.
Selama ini, BGN menyalurkan dana operasional ke rekening virtual account (VA) masing-masing SPPG secara berkala setiap pekan. Dalam satu kali pencairan, dana yang diterima setiap dapur MBG disebut dapat mencapai maksimal Rp400 juta.
Westhi memastikan program MBG tetap berjalan dan pencairan dana operasional akan dilakukan secara bertahap mulai pekan ini. Kepastian tersebut diperoleh setelah BGN menggelar rapat daring bersama para kepala SPPG pada Sabtu (6/6/2026).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!