90 UMKM Sukabumi Ikuti Program Naik Kelas
Bupati Sukabumi, Asep Japar, meninjau stand UMKM dalam kick off UMKM naik kelas dan UMKM Motekar 2026./visi.news/ist.
VISI.NEWS | SUKABUMI – Sebanyak 90 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Sukabumi terpilih mengikuti program pendampingan UMKM Naik Kelas yang digelar melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Dalam rangka peningkatan kapasitas UMKM, itu tidak hanya di kita, tapi ada yang dari provinsi. Alhamdulillah, kita bisa kolaborasikan. Jadi setiap tahun provinsi itu ada kegiatan pendampingan UMKM naik kelas ini," kata Kepala Dinas Koperasi UMKM Kabupaten Sukabumi, Sri Hastuty Harahap.
Dia mengatakan program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas produksi, pendapatan, serta skala usaha para pelaku UMKM agar mampu berkembang dan memperluas pasar yang kemudian dapat menciptakan lapangan kerja dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.
"Naik kelas itu sebetulnya gimana caranya supaya mereka itu kapasitas produksinya nambah, kemudian pendapatannya nambah, skala usahanya nambah. Kalau dia sudah menjadi pebisnis besar, tentu dia bisa menciptakan lapangan kerja. Kemudian juga nyerap tenaga kerja yang lebih banyak," imbuhnya.
Menurut Sri, peserta program dipilih melalui proses kurasi yang cukup ketat. Dari banyak pelaku UMKM yang ada, hanya 90 peserta yang dinilai memenuhi kriteria untuk mendapatkan pendampingan selama empat bulan.
“Jadi kurasinya itu tentu melihat yang pertama, ini punya niat untuk berusaha. Kemudian punya produk. Legalitasnya sudah ada. Kemudian punya ambisi dan mau belajar,” katanya.
Sri menambahkan, setelah mengikuti pendampingan, para peserta akan dibantu dalam berbagai aspek pengembangan usaha, mulai dari peningkatan kapasitas produksi, akses permodalan, hingga perluasan pemasaran.
“Kalau mereka sudah mendapat pendampingan, yang pertama pasti kita upayakan kapasitas produksinya bertambah. Mengakses permodalan kita dampingi. Yang hari ini mungkin ada kendala permodalan, kita dekatkan dengan perbankan misalnya, kemudian pemasaran kita bantu,” ungkapnya.
Selain itu, Pemkab Sukabumi juga memiliki program Motekar bagi 30 pelaku UMKM yang merupakan angkatan sebelumnya dari program UMKM Naik Kelas. Program tersebut berfokus pada penguatan digitalisasi usaha.
"Jadi UMKM yang naik kelas tahun lalu kita ambil sekarang menjadi programnya Pak Bupati, Motekar. Kita ajarin digitalisasinya," pungkasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!