87% Perusahaan Fortune SEA 500 Rentan terhadap Penipuan Email
- Perusahaan di Singapura paling banyak menggunakan autentikasi email, dengan 1 dari 4 melindungi saluran email mereka.
- Vietnam dan Indonesia, termasuk yang terendah, hanya 1 dari 10 perusahaan yang secara aktif melindungi pelanggan mereka dari phishing.
VISI.NEWS | JAKARTA – Riset Proofpoint terbaru mengungkapkan bahwa sebagian besar perusahaan terkemuka di Indonesia membiarkan pelanggan, staf, dan pemangku kepentingan mereka terkena penipuan email dan serangan berbasis email. Hanya 10% dari perusahaan Indonesia yang tergabung dalam Fortune Southeast Asia 500 yang sudah mengimplementasikan tingkat otentikasi email yang direkomendasikan dan paling ketat , yang mencegah penjahat siber memalsukan identitas organisasi sehingga mengurangi risiko penipuan email.
Temuan-temuan ini didasarkan pada analisis terhadap daftar perusahaan Fortune 500 dan penerapan kebijakan mereka di Asia Tenggara dalam Domain-based Message Authentication, Reporting and Conformance (DMARC), sebuah protokol validasi email yang diadopsi secara luas. DMARC melindungi nama domain agar tidak disalahgunakan oleh penjahat siber, dengan mengautentikasi identitas pengirim sebelum mengizinkan email. Sistem autentikasi ini mendeteksi dan mencegah spoofing domain – teknik phishing email yang digunakan untuk business email compromise (BEC), dan serangan berbasis email lainnya. DMARC memiliki tiga tingkat perlindungan yaitu monitor, karantina, dan penolakan - dengan penolakan yang paling aman untuk mencegah email mencurigakan masuk ke kotak email pengguna. “Email masih terus menjadi vektor nomor satu bagi penjahat siber. Saat kita mendekati musim belanja dan perencanaan liburan akhir tahun, perusahaan-perusahaan terkemuka di Asia Tenggara membuat pelanggan mereka rentan terhadap penipuan email dan serangan berbasis email.” ujar Philip Sow, Head of System Engineering, Asia Tenggara dan Korea Selatan di Proofpoint melalui rilisnya kepada VISI.NEWS, Senin (23/9/2024).“Kurangnya perlindungan terhadap phishing di Asia Tenggara sangat mengkhawatirkan dan tertinggal jauh dibandingkan kawasan lain. Penting bagi merek terkemuka untuk menerapkan protokol autentikasi email yang paling ketat secara luas seperti DMARC untuk melindungi diri dari peniruan identitas domain dan memastikan email spoofing tidak mencapai target mereka,” imbuh Sow.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!