77 Ribu Petani Jadi Aset Berharga, Bupati Bandung Tegaskan Dukungan Penuh
“Artinya, kita masih surplus. Ketahanan pangan Kabupaten Bandung insya Allah terjamin,” ujarnya.
Di sisi lain, Bupati menyoroti sinergi antara petani, pemerintah, serta TNI dan Polri. Menurutnya, kerja sama lintas sektor ini sangat strategis untuk menjaga ketersediaan pangan.
Lebih jauh, Bupati menekankan pentingnya koperasi desa dan kelurahan merah putih. Saat ini koperasi telah terbentuk di 270 desa dan 10 kelurahan.
“Oleh karena itu, saya berharap kelompok tani otomatis menjadi anggota koperasi desa masing-masing. Dengan begitu, koperasi bisa berfungsi sebagai offtaker dan penyalur,” ungkapnya.
Ia juga menyarankan agar petani memanfaatkan Bulog ketika koperasi tidak mampu menampung hasil panen. Menurutnya, Bulog siap menyerap berapa pun tonase yang ada dengan harga resmi pemerintah.
Sementara itu, Bupati mengingatkan agar petani tidak terjebak pinjaman dari rentenir. Pemerintah Kabupaten Bandung, katanya, sudah menyediakan pinjaman modal bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan.
“Manfaatkan program ini. Jangan ngutang ke bank Emok. Pemerintah hadir untuk memberi solusi,” tegasnya lagi.
Menutup sambutan, Bupati kembali mengapresiasi Rajiv, para petani, serta semua pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci mewujudkan kemandirian pangan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!