77 Ribu Petani Jadi Aset Berharga, Bupati Bandung Tegaskan Dukungan Penuh
Selanjutnya, Bupati Bandung menyoroti peran Rajiv yang membawa aspirasi melalui bantuan alsintan. Ia menilai dukungan tersebut menjadi langkah nyata untuk meningkatkan produktivitas.
“Alhamdulillah, hari ini Kang Rajiv menghadirkan beberapa alsintan untuk para petani. Ini sangat bermanfaat bagi kelompok tani di Kabupaten Bandung,” jelas Bupati.
Namun, ia mengingatkan agar seluruh alsintan benar-benar digunakan bersama. Ia menekankan agar kelompok tani tidak membiarkan satu orang menguasai alat tersebut.
“Saya mohon, manfaatkan untuk kelompok. Jangan diakui sebagai milik pribadi. Semua anggota Gapoktan berhak menggunakannya. Itu harapan saya,” tegasnya.
Bupati Dadang juga menyinggung masih adanya laporan distribusi yang tidak merata. Menurutnya, persoalan itu sering muncul ketika alsintan dikuasai individu.
Untuk mengatasi hal tersebut, ia meminta ketua Gapoktan melakukan musyawarah. Dengan cara itu, setiap anggota bisa memperoleh jadwal penggunaan dan kesepakatan pemeliharaan.
Selain itu, Bupati menegaskan pentingnya tanggung jawab kolektif. Dengan kerja sama, alsintan bisa berfungsi lebih lama dan memberikan manfaat lebih besar.
Bupati Bandung juga menyampaikan data produksi pangan. Setiap tahun, Kabupaten Bandung mampu menghasilkan sekitar 328 ribu ton. Jumlah itu jauh lebih besar daripada kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang hanya sekitar 50 ribu ton per tahun.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!