7 Tewas dalam Serangan Bersenjata di Sinagog Yerusalem Timur
Türki juga mengutuk serangan itu dan meminta semua pihak mengambil langkah-langkah untuk mencegah kekerasan lebih lanjut.
'Tindakan segera'
Kekerasan yang melonjak terjadi sebulan setelah pemerintahan baru, yang dipimpin oleh Perdana Menteri veteran Benjamin Netanyahu, mengambil alih kekuasaan.
Netanyahu dan Menteri Keamanan Nasional ekstrem kanan Itamar Ben-Gvir mengunjungi tempat kejadian pada hari Jumat, ketika orang banyak meneriakkan "matilah orang Arab", kata wartawan Agence France-Presse (AFP) di tempat kejadian.
Berbicara di televisi setelah mengunjungi tempat kejadian, Netanyahu mengatakan Kabinet Keamanannya akan segera mengumumkan "langkah-langkah segera" sebagai tanggapan dan mendesak Israel untuk tidak "mengambil hukum ke tangan mereka sendiri."
Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant, yang sedang dalam kunjungan keluarga ke AS, mempersingkat perjalanannya dan kembali ke Israel, kata kantornya kepada AFP.
"Serangan terhadap warga sipil Jumat malam ini mengerikan," kata Gallant dalam sebuah pernyataan, bersumpah untuk "beroperasi secara tegas dan tegas melawan teror dan akan menjangkau siapa pun yang terlibat dalam serangan itu." @fen/afp/reuters/dailysabah.com
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!