54 Orang Tewas, di Antaranya 13 Siswa Madrasah dalam Dua Kecelakaan Transportasi di Pakistan
"Semuanya normal sampai tiba-tiba kapal terbalik," kata Muhammad Mustafa, korban selamat berusia 11 tahun dari tempat tidur rumah sakit di kota terdekat Kohat.
"Saya terjebak di bawah kapal," katanya kepada AFP. "Selendang dan sweter saya membebani saya, jadi saya melepasnya."
"Airnya sangat dingin dan tubuh saya mati rasa. Saya pikir saya akan pingsan ketika seorang pria di atas tabung tiup menyelamatkan saya."
Salah satu yang diselamatkan adalah seorang guru, yang tetap tidak sadarkan diri saat operasi penyelamatan berlanjut hingga tiga murid masih hilang.
Kelas siswa madrasah "pergi piknik dan berperahu" di lokasi yang indah, kata kepala polisi distrik Abdul Rauf kepada AFP.
"Menurut informasi sejauh ini, kondisi kapal sudah bobrok dan kelebihan muatan juga," ujarnya.
Jalan raya yang bobrok, langkah-langkah keselamatan yang longgar, dan mengemudi yang sembrono berkontribusi pada catatan keselamatan jalan yang mengerikan di Pakistan.
Bus penumpang sering dijejali kapasitasnya dan sabuk pengaman tidak umum dipakai, yang berarti angka kematian yang tinggi akibat kecelakaan kendaraan tunggal adalah hal biasa.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!