5 Fenomena Astronomi yang Menghiasi Langit September 2026
Ilustrasi hujan meteor./visi.news/Freepik.
Dari wilayah Indonesia, Bulan Purnama tersebut dapat diamati pada malam hari di sekitar tanggal tersebut.
Purnama pada September ini dikenal sebagai Harvest Moon karena menjadi Bulan Purnama yang paling dekat dengan ekuinoks September pada tahun ini. Istilah Harvest Moon merupakan nama tradisional untuk Bulan Purnama yang berkaitan dengan periode panen.
-
Hujan Meteor Sextantid – 27 September
Hujan meteor Sextantid diperkirakan mencapai puncaknya pada 27 September 2026. Fenomena ini aktif sejak 9 September hingga 9 Oktober dengan perkiraan laju sekitar lima meteor per jam dalam kondisi pengamatan ideal.
Sextantid memiliki titik radian di rasi Sextans. Fenomena tersebut dikenal sebagai hujan meteor siang hari karena titik radiannya berada tinggi setelah Matahari terbit.
Kondisi tersebut membuat pengamatan meteor menjadi lebih sulit, terutama ketika cahaya Matahari sudah mendominasi langit.
Waktu dan tingkat keterlihatan setiap fenomena astronomi dapat berbeda-beda, bergantung pada lokasi pengamat, kondisi cuaca, tingkat polusi cahaya, serta waktu terbit dan terbenamnya benda langit.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!