5 Fenomena Astronomi yang Menghiasi Langit September 2026
Ilustrasi hujan meteor./visi.news/Freepik.
Hujan meteor September ε-Perseid diperkirakan mencapai puncaknya pada 9 September 2026. Fenomena ini aktif sejak 5 hingga 21 September dengan perkiraan laju maksimum sekitar lima meteor per jam dalam kondisi langit ideal.
Titik radian hujan meteor tersebut berada di kawasan rasi bintang Perseus. Kondisi pengamatan diperkirakan cukup baik karena puncaknya berdekatan dengan fase Bulan Baru sehingga cahaya Bulan relatif minim mengganggu pengamatan.
-
Ekuinoks September – 23 September
Pada September 2026 juga terjadi ekuinoks atau yang kerap disebut titik balik matahari. Peristiwa tersebut terjadi ketika Matahari melintasi bidang ekuator Bumi sehingga durasi siang dan malam di berbagai wilayah Bumi berada dalam kondisi yang hampir sama.
Pada 2026, ekuinoks September berlangsung sekitar 23 September dalam kalender Indonesia. Peristiwa ini menandai awal musim gugur di belahan Bumi utara dan awal musim semi di belahan Bumi selatan.
Sementara itu, Indonesia yang berada di sekitar garis ekuator tidak mengalami pergantian musim seperti wilayah yang berada di kawasan empat musim.
-
Bulan Purnama Harvest Moon – 26 September
Bulan akan mencapai fase purnama pada 26 September 2026. Berdasarkan waktu yang tercantum dalam kalender astronomi, Bulan mencapai fase purnama pada pukul 16.48 UTC atau 23.48 WIB.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!