400 WNI Korban TPPO Eksploitasi Online Scam di Myanmar Berhasil Dievakuasi, Termasuk Kisah Pilu Wildan Rohdiawan
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 18 Maret 2025 | 11:47 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Sebanyak 400 Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) eksploitasi online scam di Myawaddy, Myanmar, berhasil dievakuasi pada Senin (17/3/2025).
Proses evakuasi ini merupakan upaya pemerintah Indonesia dalam melindungi WNI dari jaringan TPPO lintas negara yang semakin meresahkan.
Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha, menyatakan bahwa para korban telah diseberangkan ke Kota Maesot, Thailand, melalui 2nd Friendship Bridge.
"Para korban telah diseberangkan ke Kota Maesot, Thailand, melalui 2nd Friendship Bridge," ungkap Judha Nugraha.
Para korban TPPO ini sebelumnya terjebak dalam kompleks penipuan daring di Myawaddy, wilayah yang dikenal rawan konflik. Mereka dipaksa untuk melakukan penipuan daring dengan target korban di berbagai negara. Kondisi kerja yang tidak manusiawi dan ancaman kekerasan menjadi bagian dari keseharian mereka.
Kisah Pilu Wildan Rohdiawan
Di antara ratusan WNI yang berhasil dievakuasi, terdapat kisah pilu Wildan Rohdiawan, pemuda kelahiran Bandung, 11 Oktober 1987. Wildan, yang dikenal sebagai pemuda yang baik dan rajin beribadah, memiliki cita-cita menjadi PNS untuk membantu orang tuanya. Namun, setelah gagal dalam seleksi PNS, ia bekerja sebagai guru honorer. Terinspirasi oleh kisah sukses temannya di Korea Selatan, Wildan mengikuti program G to G Korea pada 2018. Namun, ia malah terjebak dalam janji palsu dan dikirim ke Thailand, sebelum akhirnya terdampar di Myawaddy. Di wilayah konflik tersebut, Wildan dipaksa menjadi scammer dengan ancaman kekerasan. Keluarga Wildan telah berusaha keras untuk membebaskannya, tetapi terbentur permintaan tebusan dan kesulitan komunikasi. Mereka telah melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib dan berharap Presiden Joko Widodo dapat memberikan perhatian khusus.Proses Evakuasi dan Pemulangan
Setelah tiba di Maesot, para WNI, termasuk Wildan, menjalani proses pemeriksaan kesehatan dan identifikasi lebih lanjut sebelum dipulangkan ke Indonesia. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memberikan pendampingan dan rehabilitasi bagi para korban agar mereka dapat pulih dan kembali berintegrasi ke masyarakat. @mpaBerita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!