3 Hikmah di Balik Bencana Gempa Bumi bagi Muslim
Fakhruddin al-Razy menafsirkan ayat di atas dengan tafsir yang menakjubkan. Menurutnya Allah SWT tidak akan memporak-porandakan masyarakat “hanya” karena menyekutukan Allah dengan syarat mereka berperilaku (bermuamalah) dengan baik terhadap sesama (manusia dan alam).
Sebab itu, sungguh azab Allah SWT yang menghancurkan tidak akan turun hanya karena masyarakatnya berkeyakinan musyrik dan kafir.
Bahkan, Allah SWT menurunkan azab disebabkan jika satu masyarakat berbuat buruk dalam bergaul (bermuamalah) terhadap manusia lain dan alam.
Al-Razy juga menambahkan bahwa azab yang turun ke kaum Nabi Nuh, Hud, Saleh, Luth, dan Syuaib karena mereka berbuat semena-mena kepada manusia lain dan ciptaan Allah SWT. (Fakhruddin al-Razy, Mafatihul Ghaib, juz 18 hlm. 410)
Penjelasan al-Razy ini cukup logis dan masuk akal. Bila dipikirkan, bukankah gempa bumi adalah fenomena alam “biasa” yang berada di luar kendali manusia, dapat terjadi kapan saja, sama seperti terbitnya matahari dari Timur dan tenggelam di arah Barat setiap harinya?
Apa yang bisa kita kendalikan adalah dampak dari fenomena gempa tersebut. Andai saja kita memiliki komunikasi yang baik dengan pemerintah dan lembaga penanggulangan bencana terkait, tentu dampak kehancuran gempa dapat diredam.
Sebab itu, tugas kita semua, terutama pemerintah sebagai pihak yang berwenang untuk meningkatkan kesadaran akan penanggulangan bencana. Demi meminimalkan korban yang berjatuhan.
Bila penanggulangan ini dikomunikasikan, disosialisasikan dengan baik oleh pemerintah dan badan-badan penanggulangan bencana yang berwenang, tentu dampak dari gempa bumi tidak akan terlalu mengerikan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!