25 Komjen Polri Beralih Tugas, Rudi dan Hendro Jadi Irjen
VISI.NEWS — Peta jabatan jenderal bintang tiga di lingkungan Polri kembali berubah setelah Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo melakukan mutasi dan rotasi sejumlah perwira tinggi. Salah satu perubahan paling menonjol adalah promosi Kapolda Sulawesi Utara Rocyke Harry Langie menjadi Komisaris Jenderal atau Komjen Pol dan dipercaya menduduki posisi Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops).
Promosi tersebut membuat Rocyke masuk dalam jajaran jenderal bintang tiga Polri. Ia menggantikan Komjen Pol Fadil Imran yang memasuki masa pensiun setelah sebelumnya menjabat sebagai Astamaops Kapolri.
Perubahan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1877/VIII/KEP./2026 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Polri. Mutasi kali ini menjadi bagian dari penyegaran organisasi sekaligus pembinaan karier para perwira tinggi dan perwira menengah.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi. Penempatan personel pada jabatan baru dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, serta tantangan tugas yang dihadapi Polri.
"Mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel. Penempatan pada jabatan baru telah disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, kompetensi, serta tantangan tugas yang dihadapi," kata Johnny dalam keterangan tertulis, Selasa, 15 September 2026.
Secara keseluruhan, terdapat 424 perwira tinggi dan perwira menengah yang terkena mutasi dalam kebijakan terbaru tersebut. Pergantian jabatan itu dituangkan dalam tiga surat telegram, yakni ST/1877, ST/1878, dan ST/1789. Ketiga surat tersebut diteken Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo.
Dengan masuknya Rocyke Harry Langie, terdapat 25 perwira tinggi Polri berpangkat Komjen yang tercatat dalam daftar terbaru. Mereka tidak seluruhnya menjalankan tugas di dalam struktur organisasi Polri. Sebagian lainnya mendapat penugasan di berbagai kementerian, lembaga negara, serta instansi pemerintahan.
Di internal Polri, posisi jenderal bintang tiga tersebar pada sejumlah jabatan strategis. Komjen Pol Dedi Prasetyo misalnya, dipercaya sebagai Wakapolri. Dedi merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1990 dan menjadi salah satu perwira senior dalam jajaran pimpinan Korps Bhayangkara.
Komjen Pol Wahyu Widada juga berada di posisi strategis sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri. Lulusan terbaik Akpol 1991 atau peraih Adhi Makayasa tersebut kini memegang fungsi pengawasan internal dalam tubuh Polri.
Sementara itu, Komjen Pol Syahar Diantono tercatat menjabat sebagai Kabareskrim Polri. Posisi tersebut menjadikan Syahar sebagai salah satu jenderal bintang tiga yang memiliki peran penting dalam penanganan berbagai perkara pidana dan penegakan hukum.
Jajaran internal Polri juga diisi Komjen Pol Yuda Gustawan sebagai Kabaintelkam, Komjen Pol Karyoto sebagai Kabaharkam, serta Komjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak sebagai Kalemdiklat Polri.
Kemudian terdapat Komjen Pol Ramdani Hidayat yang dipercaya memimpin Korps Brimob. Rocyke Harry Langie kini menjabat Astamaops Kapolri, sedangkan Komjen Pol Wahyu Hadiningrat mengemban tugas sebagai Astamarena Kapolri. Posisi Kapolda Metro Jaya ditempati Komjen Pol Asep Edi Suherli.
Tidak hanya di struktur internal Polri, sejumlah jenderal bintang tiga juga menjalankan tugas di luar organisasi kepolisian. Penugasan lintas kementerian dan lembaga tersebut membuat para Komjen Pol turut mengisi berbagai posisi strategis dalam pemerintahan.
Salah satunya adalah Komjen Pol Suyudi Ari Seto yang dipercaya sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Ada pula Komjen Pol Albertus Rachmad Wibowo yang menjabat Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta Komjen Pol Gatot Tri Suryanta sebagai Sestama Lemhannas.
Nama lain yang masuk daftar adalah Komjen Pol Mohammad Iqbal yang menjabat Sekjen DPD. Iqbal merupakan lulusan Akpol 1991 dan pernah menjadi Ketua Batalyon Bhara Daksa.
Sementara itu, sosok yang menarik perhatian adalah Komjen Pol Hendro Pandowo. Perwira lulusan Akpol 1991 tersebut kini menjalankan tugas sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Hukum.
Hendro bukan nama baru dalam penanganan persoalan sepak bola nasional. Namanya pernah mencuat ketika memimpin Satgas Antimafia Bola. Satuan tugas tersebut menjadi sorotan setelah membongkar dugaan pengaturan skor dan berbagai persoalan dalam penyelenggaraan kompetisi sepak bola nasional.
Dalam operasi tersebut, sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam praktik mafia sepak bola turut diproses. Kiprah Hendro ketika memimpin Satgas Antimafia Bola membuat namanya cukup dikenal publik, terutama di tengah upaya pemerintah dan kepolisian membersihkan kompetisi sepak bola nasional dari praktik pengaturan pertandingan.
Selain Hendro, jajaran jenderal bintang tiga yang bertugas di luar struktur Polri juga mencakup Komjen Pol Nico Afinta sebagai Sekjen Kementerian Hukum, Komjen Pol Dwiyono sebagai Sekjen Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, serta Komjen Pol Makhruzi Rahman sebagai Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan.
Komjen Pol Rusdi Hartono tercatat menduduki jabatan Inspektur Utama Setjen DPR. Kemudian Komjen Pol Mulia Hasudungan Ritonga menjabat Irjen Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
Ada pula Komjen Pol Helmy Santika yang dipercaya sebagai Irjen Kementerian Perdagangan dan Komjen Pol Winarto sebagai Inspektur Utama Kementerian Lingkungan Hidup. Komjen Pol Rudi Setiawan menjabat Irjen Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Sementara itu, Komjen Pol Tomsi Tohir dipercaya sebagai Sekjen Kementerian Dalam Negeri. Adapun Komjen Pol Marthinus Hukom tercatat sebagai Pati Mabes Polri.
Dengan demikian, daftar 25 jenderal bintang tiga tersebut menunjukkan bahwa penugasan perwira tinggi Polri tidak hanya berada di lingkungan internal Korps Bhayangkara. Sejumlah Komjen Pol juga dipercaya mengisi posisi strategis di kementerian dan lembaga negara.
Berikut daftar 25 jenderal bintang tiga Polri beserta jabatan dan latar belakang pendidikannya:
1. Komjen Pol Dedi Prasetyo — Wakapolri, lulusan Akpol 1990.
2. Komjen Pol Wahyu Widada — Irwasum Polri, lulusan Akpol 1991.
3. Komjen Pol Syahar Diantono — Kabareskrim Polri, lulusan Akpol 1991.
4. Komjen Pol Yuda Gustawan — Kabaintelkam Polri, lulusan Akpol 1993.
5. Komjen Pol Karyoto — Kabaharkam Polri, lulusan Akpol 1990.
6. Komjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak — Kalemdiklat Polri, lulusan Akpol 1990.
7. Komjen Pol Ramdani Hidayat — Komandan Korps Brimob, lulusan Akpol 1990.
8. Komjen Pol Rocyke Harry Langie — Astamaops Kapolri, lulusan Akpol 1994.
9. Komjen Pol Wahyu Hadiningrat — Astamarena Kapolri, lulusan Akpol 1992.
10. Komjen Pol Asep Edi Suherli — Kapolda Metro Jaya, lulusan Akpol 1994.
11. Komjen Pol Suyudi Ari Seto — Kepala BNN, lulusan Akpol 1994.
12. Komjen Pol Albertus Rachmad Wibowo — Wakil Kepala BSSN, lulusan Akpol 1993.
13. Komjen Pol Gatot Tri Suryanta — Sestama Lemhannas, lulusan Akpol 1991.
14. Komjen Pol Mohammad Iqbal — Sekjen DPD, lulusan Akpol 1991 dan Ketua Batalyon Bhara Daksa.
15. Komjen Pol Hendro Pandowo — Irjen Kementerian Hukum, lulusan Akpol 1991.
16. Komjen Pol Nico Afinta — Sekjen Kementerian Hukum, lulusan Akpol 1994.
17. Komjen Pol Dwiyono — Sekjen Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, lulusan Akpol 1994.
18. Komjen Pol Makhruzi Rahman — Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan, lulusan Seba Milsuk 1988 dan Akpol 1992.
19. Komjen Pol Rusdi Hartono — Inspektur Utama Setjen DPR, lulusan Akpol 1991.
20. Komjen Pol Mulia Hasudungan Ritonga — Irjen Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, lulusan Akpol 1990.
21. Komjen Pol Helmy Santika — Irjen Kementerian Perdagangan, lulusan Akpol 1993.
22. Komjen Pol Winarto — Inspektur Utama Kementerian Lingkungan Hidup, lulusan Akpol 1992.
23. Komjen Pol Rudi Setiawan — Irjen Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, lulusan Akpol 1994.
24. Komjen Pol Tomsi Tohir — Sekjen Kementerian Dalam Negeri, lulusan Akpol 1990.
25. Komjen Pol Marthinus Hukom — Pati Mabes Polri, lulusan Akpol 1991.
Perubahan susunan tersebut memperlihatkan bagaimana rotasi dan mutasi menjadi bagian penting dalam dinamika karier perwira tinggi Polri. Masuknya Rocyke Harry Langie ke jajaran Komjen sekaligus menandai adanya regenerasi pada posisi strategis setelah Fadil Imran memasuki masa pensiun.
Di sisi lain, keberadaan para jenderal bintang tiga yang ditempatkan di berbagai kementerian dan lembaga menunjukkan luasnya peran perwira tinggi Polri dalam mendukung tugas pemerintahan. Penempatan tersebut sekaligus menempatkan pengalaman dan kompetensi para perwira senior dalam berbagai bidang, mulai dari keamanan, penegakan hukum, pengawasan, hingga administrasi pemerintahan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!