Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026

1,9 Juta Data Penerima Bansos Terkoreksi, Kemensos Lakukan Verifikasi Ulang

Desi Rossilawati
Sabtu, 5 Juli 2025 | 17:00 WIB
Bagikan
1,9 Juta Data Penerima Bansos Terkoreksi, Kemensos Lakukan Verifikasi Ulang
VISI.NEWS | JAKARTA - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengumumkan adanya koreksi terhadap 1,9 juta data penerima bantuan sosial (bansos). Koreksi itu dilakukan usai verifikasi ulang berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). "Jadi sebagian itu sebagian besar ya masih menerima bansos. Tapi sebagian lagi, sekitar 1,9 juta, itu terkoreksi. Jadi ada yang triwulan pertama terima menjadi tidak menerima, tapi ada juga yang sebelumnya tidak pernah terima akan terima di triwulan kedua. Ini menyesuaikan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional," ujar Gus Ipul di Pusdiklatbangprof Kemensos, Jakarta Selatan, Sabtu (5/7/2025). Dia menjelaskan bahwa penyesuaian ini mengikuti instruksi presiden melalui Inpres Nomor 4 Tahun 2025 tentang penggunaan DTSEN dalam penyaluran bansos setiap tiga bulan sekali. Selain memperbarui data, Kemensos juga berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang benar-benar berhak. Menurut Gus Ipul, PPATK sedang menganalisis rekening para penerima bansos untuk mendeteksi adanya anomali yang mengindikasikan ketidaktepatan sasaran. "Maka kemarin saya datang ke PPATK, kita sampaikan semua problem yang kita miliki dan data-datanya untuk dilakukan analisis. Apakah rekening-rekening penerima Bansos ini ini memang layak untuk menerima Bansos. Karena menurut informasi awal PPATK, ada anomali-anomali yang saya belum tahu detail tapi nanti akan disampaikan pada waktunya," imbuhnya. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.