16 Jam Tanpa Pindah: Kisah Perjalanan Panjang KA Sangkuriang
Di dalam kabin, suasana terasa lebih tenang dibanding perjalanan darat biasa. Beberapa penumpang memilih membaca, sebagian terlelap, dan lainnya menikmati percakapan ringan dengan sesama pelancong yang sebelumnya tak saling kenal.
Di sinilah perjalanan menjadi lebih manusiawi—menghubungkan bukan hanya kota, tetapi juga cerita.
Harapan di Rel Panjang
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyebut kehadiran KA Sangkuriang sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan yang lebih relevan bagi masyarakat.
“Dengan relasi langsung Bandung hingga Banyuwangi, pelanggan kini dapat menikmati perjalanan yang lebih efisien tanpa perlu berganti kereta,” ujarnya.
Namun lebih dari itu, kereta ini membuka peluang baru. Jalur yang dilintasi—mulai dari Tasikmalaya, Ciamis, hingga kota-kota besar di Jawa Tengah dan Jawa Timur—menjadi pintu masuk bagi geliat ekonomi dan pariwisata.
Warung kecil di sekitar stasiun, pelaku wisata lokal, hingga keluarga yang menanti kepulangan—semuanya ikut merasakan dampaknya.
Perjalanan yang Menyederhanakan Rindu
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!