14 Tewas 28 Luka Ditembak Polisi Saat Amankan Pengunjuk Rasa dalam Kasus Penculikan Anak Albino
VISI.NEWS | MADAGASKAR - Polisi di Madagaskar melepaskan tembakan dan menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai 28 lainnya dalam gerombolan lynch yang marah dengan penculikan seorang anak dengan albinisme.
Penembakan itu terjadi pada Senin pagi di kota tenggara Ikongo, sekitar 90 kilometer (56 mil) tenggara ibu kota Antananarivo.
"Para polisi ... menembaki kerumunan," Jean-Brunelle Razafintsiandraofa, seorang anggota parlemen di kota Ikongo mengatakan kepada Agence France-Presse (AFP).
Dokter Tango Oscar Toky, kepala dokter rumah sakit Ikongo, mengatakan kepada AFP "sembilan orang meninggal di tempat" dan lima lainnya meninggal kemudian di rumah sakit. Sembilan dari mereka yang terluka berada dalam kondisi kritis, katanya.
Razafintsiandraofa mengatakan massa yang marah berkumpul di luar kantor polisi setempat menuntut petugas membebaskan empat tersangka penculikan yang ditangkap pada hari Minggu sehingga mereka dapat menegakkan keadilan massa.
Sekitar 500 pengunjuk rasa bersenjatakan pisau dan parang "mencoba memaksa masuk" ke dalam stasiun, kata seorang petugas polisi yang terlibat dalam penembakan itu kepada AFP, yang berbicara dengan syarat anonim.
"Ada negosiasi, (tetapi) penduduk desa bersikeras," kata petugas itu melalui telepon, menambahkan polisi pertama kali menembakkan granat asap dan tembakan ke udara dalam upaya untuk membubarkan kerumunan.
"Mereka terus memaksa masuk... Kami tidak punya pilihan selain membela diri," kata petugas polisi itu.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!