115 Kios Terminal Cicaheum Dibongkar untuk Pembangunan Depo BRT
Pembongkaran lapak pedagang Terminal Cicaheum./visi.news/ist.
VISI.NEWS - Proses alih fungsi Terminal Cicaheum menjadi depo Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya kembali dilanjutkan. Sebanyak 115 kios pedagang di kawasan terminal dibongkar untuk mendukung pembangunan depo BRT.
Kios-kios tersebut dibongkar secara mandiri oleh para pedagang sejak Minggu (23/8/2026). Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Rasdian, mengatakan jumlah kios yang terdampak pembongkaran mencapai sekitar 115 unit.
"Kios sudah dibongkar secara mandiri oleh pedagangnya. Totalnya ada 115 kalau enggak salah," kata Rasdian dalam keterangannya dikutip, Senin (24/8/2026).
Menurut Rasdian, Pemerintah Kota Bandung telah memberikan kompensasi kepada para pedagang yang terdampak. Besaran kompensasi bervariasi, mulai dari Rp7 juta, Rp9 juta hingga Rp14 juta.
"Kalau yang berkontrak, dia dikasih kompensasi kehilangan pendapatan. Sudah dihitung sesuai appraisalnya, bervariatif. Terus yang PKL misalnya, dia juga sama ada hitungannya," ungkap Rasdian.
Ia memastikan pembongkaran dilakukan secara mandiri oleh pedagang setelah kompensasi diberikan. Pedagang juga masih diperbolehkan memanfaatkan material dari kios yang dibongkar apabila masih dapat digunakan kembali untuk kegiatan berdagang.
"Yang pasti semua sudah menerima kompensasinya. Jadi, sama mereka dibongkar secara mandiri. Kalau ada material yang masih diperlukan, itu masih bisa dimanfaatkan lagi," ucapnya.
Setelah pembongkaran kios selesai, pembangunan depo BRT Bandung Raya di Terminal Cicaheum akan segera dilaksanakan. Rasdian mengatakan pekerjaan pembangunan tersebut telah diserahkan kepada pimpinan proyek.
"Pekerjaannya sudah diserahkan kepada pimpronya," pungkasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!