Yaumul Ijtima Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Bojongsoang

ED
Minggu, 18 Juni 2023 | 14:26 WIB
Bagikan
Yaumul Ijtima Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Bojongsoang

Hasil dari Muktamar NU ke XIX, pada 31 Juli 1952 NU resmi keluar dari Masyumi dan berubah menjadi partai politik.

Dalam berkampanye NU mengusung jargon ‘Kerjasama Islam-Nasional’. Jargon itu merujuk pada cita-cita Izzul Islam wal Muslimin (Kejayaan Islam dan para pemeluknya).

Pada pemilu 1955, NU membuktikan diri mampu mengalahkan Masyumi."Itulah mengapa kita perlu berpolitik, karena dengan kita ikut terlibat di dalamnya, kita bisa menentukan arah langkah kedepannya bagi pembangunan yang akan di rencanakan," paparnya.

Sekretaris PCNU Kabupaten Bandung ini menandaskan penting terlibat dalam kancah dunia politik.

Dalam pemaparan soal Perkum, Ketua Ma'arif Aden Syarif, manyampaikan arti slogan NU yakni, 'Merawat Jagat Membangun Peradaban,' adalah, "Mereka yang ada dalam lingkaran kekuasaan di pemerintahanlah yang bisa memberi kekuatan dalam merawat jagad, dan kita harus bisa terus mempertahankan hal itu, di mana pemerintahan kita saat ini di pegang oleh kader NU, dan membangun peradaban, hanya bisa di lakukan ketika kita memiliki kewenangan dalam kekuasaan," tuturnya.

Maka wajar sebagai warga Nahdliyin, kata  Aden Syarif, harus membentengi figur bupati Kang DS, dengan kekuatan bersama dalam satu suara yang tidak bisa di goyahkan siapapun.

@bambang melga suprayogi

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.