Yaumul Hisab: Hari Perhitungan Amal yang Menentukan Nasib Akhir Manusia
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 26 November 2024 | 02:30 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Yaumul Hisab merupakan salah satu peristiwa penting di akhirat, di mana setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas segala amal perbuatannya selama hidup di dunia. Pemahaman mengenai Yaumul Hisab sangat krusial bagi umat Islam karena berkaitan langsung dengan rukun iman, yakni iman kepada hari akhir.
Dalam Al-Qur'an, Allah SWT menjelaskan tentang Yaumul Hisab, seperti yang tertuang dalam Surah Sad ayat 16:
وَقَالُوا رَبَّنَا عَجِّلْ لَنَا قِطَّنَا قَبْلَ يَوْمِ الْحِسَابِ
"Dan mereka berkata, 'Ya Tuhan kami, segerakanlah azab yang diperuntukkan bagi kami sebelum hari perhitungan.'"
Menurut Junaidi Ahmad Al Fatti dalam bukunya The Miracle or Mizan, Yaumul Hisab adalah hari perhitungan, di mana setiap individu akan menerima kitab amalnya, baik di tangan kanan maupun kiri, yang mencerminkan kualitas amal mereka. Seperti yang disebutkan dalam Surah Al-Kahfi ayat 49:
وَوُضِعَ الْكِتٰبُ فَتَرَى الْمُجْرِمِيْنَ مُشْفِقِيْنَ مِمَّا فِيْهِ وَيَقُوْلُوْنَ يٰوَيْلَتَنَا مَالِ هٰذَا الْكِتٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيْرَةً وَّلَا كَبِيْرَةً اِلَّآ اَحْصٰىهَاۚ وَوَجَدُوْا مَا عَمِلُوْا حَاضِرًاۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ اَحَدًا ࣖ
"Diletakkanlah kitab amal pada setiap orang, lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa takut terhadap apa yang tertulis di dalamnya. Mereka berkata, 'Betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak meninggalkan yang kecil dan yang besar, kecuali mencatatnya.'"
Di Padang Mahsyar, sebelum Yaumul Hisab dimulai, semua umat manusia akan berkumpul dalam kondisi yang sangat ekstrem, dengan matahari yang sangat dekat. Hal ini menggambarkan betapa dahsyatnya peristiwa tersebut. Mereka yang beramal baik akan memperoleh kemudahan dalam perhitungan amal, sementara mereka yang berbuat dosa akan merasakan penyesalan. Kitab amal mereka akan diberikan di tangan kiri sebagai simbol buruknya amal mereka, dan mereka akan dimasukkan ke dalam neraka. Hal ini sesuai dengan Surah Al-Haqqah ayat 25:
وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيَهْ
"Dan adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kirinya, maka dia berkata, 'Alangkah baiknya jika kitabku ini tidak diberikan kepadaku.'"
Sebaliknya, orang yang beriman dan beramal saleh akan menerima kitab amal di tangan kanan sebagai simbol kebajikan, dan mereka akan diperiksa dengan perhitungan yang mudah, sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Insyiqaq ayat 7-8:
فَاَمَّا مَنْ اُوْتِيَ كِتٰبَهٗ بِيَمِيْنِهٖۙ ٧ فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَّسِيْرًاۙ ٨
"Maka adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah."
Yaumul Hisab adalah peristiwa yang sangat menentukan nasib akhir seseorang, yaitu apakah mereka akan masuk surga atau neraka. Oleh karena itu, amal baik dan beramal saleh menjadi bekal utama untuk menghadapi peristiwa tersebut. Wallahu a'lam. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!