Yasinan di Malam Jumat: Tradisi, Dalil, dan Kontroversi

ED
Kamis, 2 Mei 2024 | 07:20 WIB
Bagikan
Yasinan di Malam Jumat: Tradisi, Dalil, dan Kontroversi

VISI.NEWS | BANDUNG - Surat Yasin, yang merupakan surat ke-36 dalam al-Quran dan terdiri dari 83 ayat, telah lama dihormati dalam tradisi Islam karena keutamaannya. Rasulullah SAW sering anjurkan untuk membaca surat ini, dan banyak hadis yang menyebutkan tentang keutamaan membaca Yasin, dengan sebagian di antaranya dianggap sahih, hasan, dhaif, bahkan maudlu'.

Namun, praktik membaca Surat Yasin, terutama dalam acara tahlil dan pada malam Jumat, telah menimbulkan perdebatan di kalangan umat Islam. Warga Nahdlatul Ulama (NU), misalnya, telah mengamalkan membaca Surat Yasin dalam setiap tahlil, dan banyak di antara mereka yang hafal surat ini meskipun tidak bisa membaca huruf Arab.

Kontroversi muncul ketika kelompok yang anti-tahlil menyerang tradisi ini dengan mengutip hadis-hadis dhaif dan palsu tentang Surat Yasin. Namun, para ulama seperti Muhammad bin Ali al-Syaukani telah membantah klaim ini dengan menyatakan bahwa hadis tentang membaca Yasin dengan niat mencari ridha Allah dan diampuni dosa-dosanya adalah sahih.

Al-Syaukani berkata, "Hadis yang berbunyi: ‘Barangsiapa membaca Surat Yasin seraya mengharap rida Allah, maka ia diampuni’ diriwayatkan oleh al-Baihaqi dari Abu Hurairah secara marfu', dan sanadnya sesuai kriteria hadis sahih."

Ahli hadis lainnya, al-Fatanni, juga menyatakan bahwa hadis tentang membaca Surat Yasin dan Surat al-Dukhan pada malam Jumat memiliki banyak jalur riwayat yang sahih. Ibnu Katsir, seorang murid Ibnu Taimiyah dan ahli tafsir yang dihormati, juga mencatat banyak hadis tentang keutamaan Surat Yasin.

Rasulullah SAW sendiri telah memberikan peringatan keras terhadap mereka yang mendustakan hadis, dengan menyatakan bahwa mendustakan hadis adalah mendustakan Allah, Rasul-Nya, dan perawi hadis tersebut.

Tradisi membaca Surat Yasin di dekat orang yang akan meninggal juga didukung oleh Ibnu Katsir, yang menyebutkan bahwa hal ini dapat membawa rahmat dan berkah serta memudahkan keluarnya ruh.

Dengan demikian, praktik Yasinan di malam Jumat memiliki dasar yang kuat dalam tradisi Islam dan didukung oleh sejumlah hadis sahih. Meskipun kontroversi tetap ada, penting bagi umat Islam untuk kembali kepada dalil dan pendapat ulama yang terpercaya dalam memahami dan mengamalkan ajaran agama.

@mpa

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.