TP Pertahankan Status Visionary Leader Berkat Inovasi AI di Asia Pasifik 6 Aug 2026 Prabowo Belum Ganti Kapolri, Desakan Reformasi Polri Makin Menguat 6 Aug 2026 Drama Final Dimulai! Persib Tertahan, Persebaya Menggigit 1-1 6 Aug 2026 Polrestabes Bandung Siagakan 1.380 Personel Amankan Final Piala Presiden 6 Aug 2026 PowerCore 5.0 Meluncur, Solusi Listrik Prefabrikasi Pertama untuk Pusat Data AI Berdaya Tinggi 6 Aug 2026 STEM Jadi Kunci, Menaker Dorong Lulusan Kampus Siap Hadapi Dunia Kerja 6 Aug 2026 Penentuan Semifinal ASEAN Hyundai Cup 2026 Dimulai, Indonesia Wajib Menang atas Singapura 6 Aug 2026 HYPTEC HT Tampil Dua Wajah di GIIAS 2026, GAC Buktikan SUV Listrik Bisa Bergaya Mewah hingga Rally Dakar 6 Aug 2026 Ekonomi Jabar Tumbuh 5,73 Persen, Kemiskinan Turun ke 6,54 Persen 6 Aug 2026 Persija Kalahkan Arema FC 3-1, Raih Peringkat Ketiga Piala Presiden 2026 6 Aug 2026 TP Pertahankan Status Visionary Leader Berkat Inovasi AI di Asia Pasifik 6 Aug 2026 Prabowo Belum Ganti Kapolri, Desakan Reformasi Polri Makin Menguat 6 Aug 2026 Drama Final Dimulai! Persib Tertahan, Persebaya Menggigit 1-1 6 Aug 2026 Polrestabes Bandung Siagakan 1.380 Personel Amankan Final Piala Presiden 6 Aug 2026 PowerCore 5.0 Meluncur, Solusi Listrik Prefabrikasi Pertama untuk Pusat Data AI Berdaya Tinggi 6 Aug 2026 STEM Jadi Kunci, Menaker Dorong Lulusan Kampus Siap Hadapi Dunia Kerja 6 Aug 2026 Penentuan Semifinal ASEAN Hyundai Cup 2026 Dimulai, Indonesia Wajib Menang atas Singapura 6 Aug 2026 HYPTEC HT Tampil Dua Wajah di GIIAS 2026, GAC Buktikan SUV Listrik Bisa Bergaya Mewah hingga Rally Dakar 6 Aug 2026 Ekonomi Jabar Tumbuh 5,73 Persen, Kemiskinan Turun ke 6,54 Persen 6 Aug 2026 Persija Kalahkan Arema FC 3-1, Raih Peringkat Ketiga Piala Presiden 2026 6 Aug 2026

WHO Klasifikasikan Bedak Bayi Berbahan Talc Berpotensi Picu Kanker

ED
Selasa, 9 Juli 2024 | 17:00 WIB
Bagikan
WHO Klasifikasikan Bedak Bayi Berbahan Talc Berpotensi Picu Kanker

VISI.NEWS | JAKARTA - Badan kanker Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui International Agency for Research on Cancer (IARC) mengklasifikasikan talc, bahan yang umum digunakan dalam bedak bayi, sebagai "mungkin bersifat karsinogenik" bagi manusia.

Klasifikasi ini didasarkan pada "bukti terbatas" yang menunjukkan hubungan antara talc dan kanker ovarium pada manusia, "bukti yang cukup" pada penelitian pada tikus, dan "bukti mekanistik yang kuat" yang menunjukkan tanda-tanda karsinogenik pada sel manusia.

Talc, mineral alami yang ditambang di berbagai wilayah, sering digunakan dalam produk seperti bedak bayi dan kosmetik. Paparan talc terbanyak terjadi saat penambangan, pengolahan, dan pembuatan produk.

Meskipun beberapa penelitian menunjukkan peningkatan risiko kanker ovarium pada wanita yang menggunakan bedak di area genital, IARC juga mencatat kemungkinan kontaminasi asbes, bahan penyebab kanker, dalam beberapa penelitian.

"Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan dengan pasti apakah talc menyebabkan kanker pada manusia," kata IARC.

Sebagai langkah pencegahan, IARC merekomendasikan untuk meminimalkan paparan talc, terutama bagi pekerja di industri penambangan dan pengolahan talc.

Bagi konsumen, IARC menyarankan untuk memilih produk alternatif yang tidak mengandung talc, seperti bedak bayi berbahan tepung jagung atau tepung beras.

Penting untuk dicatat bahwa klasifikasi IARC ini bukan larangan penggunaan talc. Konsumen dapat mempertimbangkan informasi ini dan berkonsultasi dengan dokter untuk membuat keputusan yang tepat terkait penggunaan produk yang mengandung talc. @maulana

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.