Wayang Kulit "Rajamala" Jadi Cinderamata "11-th Asean Para Games"
Dalam sisa waktu sekitar sepekan sebelum penyerahan pesanan, kata Margono lagi, proses mendapatkan bahan baku berupa kulit kerbau, kulit sapi, dan kulit domba yang memenuhi syarat tidak mengalami hambatan. Kemudian dia juga mengerjakan sendiri pembuatan desain, model tatah, pewarnaan, sunggingan, maupun pengemasannya "Selama ini tidak ada kesulitan teknis, semua lancar. Insya Allah bisa selesai tepat waktu," tandasnya.
Menyinggung sosok Rajamala dalam pewayangan, Margono menambahkan, dalam cerita wayang kulit purwa tokoh Rajamala digambarkan sebagai seorang senopati pemimpin perang yang handal. Rajamala juga dikenal sakti mandraguna yang tidak bisa dikalahkan. Bahkan Rajamala juga digambarkan memiliki nyawa rangkap, sehingga apabila senopati perang itu terbunuh bisa hidup kembali jika terkena percikan air.
Di Keraton Surakarta, Rajamala pernah digunakan Sunan Paku Buwono X sebagai hiasan haluan dan buritan kapal pesiar untuk mengarungi Bengawan Solo. Haluan dan buritan kapal diberi hiasan yang sama atau disebut "Canthik Rajamala" karena ukuran kapal yang sangat panjang. Sehingga agar kapal tidak perlu berbalik arah saat akan kembali ke pelabuhan asal, di bagian haluan dan buritan diberi hiasan yang sama persis.@tok
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!