Warga Tunggu Pemasangan Bronjong di Sungai Cirasea Ciparay
VISI.NEWS | CIPARAY - Warga Desa Ciparay yang tinggal dekat Sungai Cirasea menunggu pemasangan bronjong kawat yang dijanjikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung. Beberapa waktu lalu Bupati HM Dadang Supriatna didampingi jajaran dari BPBD Kab Bandung meninjau rumah warga yang tergerus akibat pengerukan tanah oleh Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) yang rencananya akan dibuatkan beronjong.
Bupati Bandung sudah meminta pihak BBWSC, untuk secepatnya melakukan pemasangan bronjong. Begitu pula kepala desa serta camat pun sudah menyurati BBWSC, bahkan mendatangi kantornya di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung.
"Ini menyangkut nyawa, warga masyarakat Desa Ciparay, saya meminta segera dilakukan pemasangan bronjong, " ujar bupati, beberapa waktu lalu.
Pantauan VISI.NEWS meninjau langsung ke lapangan, Senin (2/1/2023), nampak terlihat bronjong itu masih belum terpasang oleh pihak BBSWC.
Kurniati salah satu warga Kp. Bojong RT 03 RW 06, Desa Ciparay, menceritakan kronologis awal rumahnya yang sekarang ambruk dan hancur itu. "Dulu itu disini banjir terus, nah ada pengerukan Cirasea yang dilakukan oleh BBWSC, tahun 2021 lalu, katanya untuk mengantisipasi banjir akan di pasang bronjong di sekitar wilayah ini, tapi sampai sekarang malah nambah masalah baru rumah-rumah disini jadi ambruk, karena tanah dikeruk beko, tidak segera dilakukan pemasangan bronjong ," ujarnya.
Tidak hanya Kurniati, warga lainnya Nining pun mengalami hal yang sama, tanah Nining sekitar 9 tumbak yang hilang akibat pengerukan tanah itu. "Saya pun itu dibelakang ada kebun pepaya, kebun pisang ayeuna seep dikerukan ku beko, serat tos aya eta di aktean gawir tanahna 5 tumbak, bangunan na 4 tumbak, sertifikat mah jelas kumplit," ujar Nining.
Ia mengatakan, dulunya di kawasan itu banjir, tetapi tidak sampai mengakibatkan tanah ambruk seperti sekarang ini, "Ayeuna mah banjir tara, tapi tanah janteun seep siga kieu , total yang hancur rumah ada 3, tapi yang kebawa lahannya mah ada 6, ada kandang kambing , kandang ayam, ada kebon dan tanah wakaf juga semua ambruk total kerugiannya ratusan juta ini " tuturnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!