Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026

Warga Tunggu Pemasangan Bronjong di Sungai Cirasea Ciparay

ED
Senin, 2 Januari 2023 | 15:36 WIB
Bagikan
Warga Tunggu Pemasangan Bronjong di Sungai Cirasea Ciparay

VISI.NEWS | CIPARAY - Warga Desa Ciparay yang tinggal dekat Sungai Cirasea menunggu pemasangan bronjong kawat yang dijanjikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung. Beberapa waktu lalu Bupati HM Dadang Supriatna didampingi jajaran dari BPBD Kab Bandung meninjau rumah warga yang tergerus akibat pengerukan tanah oleh Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) yang rencananya akan dibuatkan beronjong.

Bupati Bandung sudah meminta pihak BBWSC, untuk secepatnya melakukan pemasangan bronjong. Begitu pula kepala desa serta camat pun sudah menyurati BBWSC, bahkan mendatangi kantornya di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung.

"Ini menyangkut nyawa, warga masyarakat Desa Ciparay, saya meminta segera dilakukan pemasangan bronjong, " ujar bupati, beberapa waktu lalu.

Pantauan VISI.NEWS meninjau langsung ke lapangan, Senin (2/1/2023), nampak terlihat bronjong itu masih belum terpasang oleh pihak BBSWC.

Kurniati salah satu warga Kp. Bojong RT 03 RW 06, Desa Ciparay, menceritakan kronologis awal rumahnya yang sekarang ambruk dan hancur itu.  "Dulu itu disini banjir terus, nah ada pengerukan Cirasea yang dilakukan oleh BBWSC, tahun 2021 lalu, katanya untuk mengantisipasi banjir akan di pasang bronjong di sekitar wilayah ini, tapi sampai sekarang malah nambah masalah baru rumah-rumah disini jadi ambruk, karena tanah dikeruk beko, tidak segera dilakukan pemasangan bronjong ," ujarnya.

Tidak hanya Kurniati, warga lainnya Nining pun mengalami hal yang sama, tanah Nining sekitar 9 tumbak yang hilang akibat pengerukan tanah itu. "Saya pun itu dibelakang ada kebun pepaya, kebun pisang ayeuna seep dikerukan ku beko, serat tos aya eta di aktean gawir tanahna 5 tumbak, bangunan na 4 tumbak, sertifikat mah jelas kumplit," ujar Nining.

Ia mengatakan, dulunya di kawasan itu banjir, tetapi tidak sampai mengakibatkan tanah ambruk seperti sekarang ini, "Ayeuna mah banjir tara, tapi tanah janteun seep siga kieu , total yang hancur rumah ada 3, tapi yang kebawa lahannya mah ada 6, ada kandang kambing , kandang ayam, ada kebon dan tanah wakaf juga semua ambruk total kerugiannya ratusan juta ini " tuturnya.

Lebih lanjut, kata warga setempat, pemasangan beronjong itu tadinya bakal diratakan, "Katanya mau di selesaikan dari dulu, tapi kenyataannya begini. Salahnya tanah yang ada penghuni nya gak dibronjong, yang gak ada penghuninya malah di dulukan dibronjong, kan aneh, ini menyangkut nyawa orang, bahaya, mau sampai kapan," ujarnya.

Kepada VISI.NEWS mereka berharap, pihak terkait yang bertanggung jawab atas pengerukan tanah itu segera melakukan pemasangan bronjong secepatnya, "Ini udah banyak juga yang retak, kemungkinan kalau tidak segera direalisasi akan memakan lebih banyak rumah-rumah yang lainnya ambruk, udah dua kali ada pengukuran tapi masih belum di bronjong juga, kami sekarang harus ngontrak dengan keadaan tempat tinggal seperti ini dan ekonomi yang sulit mau bagaimana lagi kedepannya, "harap warga tersebut.@gvr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.