Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Wali Kota Farhan: Baru 30 Persen Wilayah Bandung Terapkan Pemilahan Sampah

Desi Rossilawati
Jumat, 18 April 2025 | 19:30 WIB
Bagikan
Wali Kota Farhan: Baru 30 Persen Wilayah Bandung Terapkan Pemilahan Sampah
VISI.NEWS | BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyoroti rendahnya cakupan wilayah yang aktif melakukan pemilahan sampah di Kota Bandung. Hingga pertengahan April 2025, hanya sekitar 30 persen kawasan di Bandung yang telah memisahkan sampah organik dan nonorganik. Hal itu ia sampaikan saat melakukan pemantauan langsung di sekitar Alun-alun dan Pendopo Kota Bandung, Kamis (18/4/2025). Farhan menekankan pentingnya konsistensi program unggulan kota, 'Sampah Hari Ini Habis Hari Ini', sebagai solusi penanganan sampah harian yang kian mendesak. “Idealnya kita punya sistem pengambilan sampah organik dan nonorganik secara terpisah. Tapi ini proses panjang. Saat ini baru kurang dari 30 persen wilayah Bandung yang sudah menerapkan kawasan bebas sampah,” ujar Farhan. Program 'Sampah Hari Ini Habis Hari Ini' bertujuan agar sampah warga dapat langsung diolah pada hari yang sama, tanpa dibiarkan menumpuk. Namun, menurut Farhan, penerapan program ini membutuhkan dukungan menyeluruh dari sisi edukasi masyarakat hingga penguatan infrastruktur kota. “Harus ada dua fasilitas penting. Pertama, fasilitas pengolahan sampah organik seperti maggot atau kompos. Kedua, fasilitas daur ulang untuk sampah nonorganik. Ini sedang kami siapkan bertahap,” jelasnya. Farhan menambahkan, Pemkot Bandung tidak ingin memberikan harapan palsu kepada warga, melainkan berupaya membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan sesuai prinsip tata kelola yang baik. “Kami tidak mau bilang 'besok pasti beres'. Tapi kami sedang kerja serius. Program ini harus sesuai dengan tata kelola yang baik. Ikuti aturan, edukasi masyarakat, dan bangun sistemnya,” tegasnya. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.