Wali Kota Bandung Optimis Partisipasi Pemilih Kota Bandung Mencapai 90 Persen
Selain itu KPU turut menghadirkan TPS khusus sebanyak 25 titik yang tersebar di 10 kewilayahan. Di antaranya seperti rutan, lapas, dan rumah sakit.
Di detik-detik terakhir jelang pemilu 2024, Wenti mengajak agar para pemilih khususnya pemilih pemula menggunakan hak pilih dengan sebijak mungkin. Sebab pemilu kali ini yang menentukan nasib bangsa 5 tahun ke depan.
"Sebagai bentuk cinta tanah air, mari masyarakat Kota Bandung salurkan aspirasinya besok di TPS masing-masing. Semoga pemilu ini kita bisa menghadirkan pemimpin yang mampu mengakomodasi segala aspirasi masyarakat," lanjutnya.
Sebagai bentuk transparansi penghitungan suara, Wenti mengatakan, masyarakat bisa memantau langsung lewat akun Sirekap. Datanya terhubung langsung dengan pusat, sehingga bisa menghindari manipulasi data.
Sementara itu, Koordinator Divisi SDMO dan Diklat Bawaslu Kota Bandung, M. Adriansyah Prayuda mengatakan, pengawasan di TPS akan terus dilakukan, terutama di titik kerawanan.
"TPS itu sebaiknya jangan dekat dengan rumah pemenangan salah satu calon atau yang daerahnya rawan banjir. Pengawasan terus kita lakukan juga pada persiapan logistik. Kita awasi dari pengadaan, sorlip, sampai distribusi," kata Yuda.
Pada masa tenang ini, ia meminta agar para peserta pemilu dan pendukungnya mewaspadai potensi pelanggaran yang terjadi. Pun dengan petugas penyelenggara, jangan sampai melunturkan netralitas dengan berpihak pada salah satu calon.
"Di masa tenang ini justru tingkat kerawanannya tinggi, mulai dari pelanggaran money politics, bagi-bagi kartu nama, spesimen surat suara bisa terjadi. Caleg yang terbukti melanggar bisa didiskualifikasi. Kalau sudah terpilih, kita rekomendasi ke KPU untuk mencoret atau membatalkan hasil kemenangannya," paparnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!