Wali Kota Bandung: Kesiapsiagaan Warga Hadapi Bencana Sangat Penting

ED
Jumat, 7 November 2025 | 07:39 WIB
Bagikan
Wali Kota Bandung: Kesiapsiagaan Warga Hadapi Bencana Sangat Penting

VISI.NEWS | BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, terutama longsor dan banjir. Hal ini disampaikan Farhan dalam acara Siskamling Siaga Bencana ke-32 yang digelar di Kelurahan Hegarmanah, Kecamatan Cidadap, Kamis (6/11/2025) malam. Menurut Farhan, kewaspadaan masyarakat di wilayah rawan bencana menjadi kunci utama untuk mengurangi risiko korban jiwa.

Farhan mengungkapkan bahwa wilayah Hegarmanah memiliki karakter geografis yang unik dan rentan terhadap bencana. Dengan ketinggian sekitar 828 meter di atas permukaan laut dan kontur tanah yang curam, daerah ini sangat rawan terhadap longsor, terutama saat curah hujan tinggi. “Daerah sini salah satu yang paling menjadi perhatian di Kota Bandung karena topografinya curam dan banyak pemukiman vertikal. Risiko bencananya jelas, yaitu longsor akibat derasnya air hujan,” ujar Farhan.

Dalam arahannya, Farhan mengingatkan pentingnya mitigasi bencana yang berbasis pada kesadaran warga, bukan paksaan. Ia menilai, normalisasi sungai dan pemindahan warga harus dilakukan dengan pendekatan yang baik agar tidak ada kesalahpahaman. "Jika masyarakat dipaksa pindah tanpa pendekatan yang baik, itu akan dianggap zalim. Yang terpenting adalah mencegah korban jiwa dan memastikan warga pindah dengan kesadaran," jelasnya.

Salah satu inovasi yang dipaparkan dalam acara tersebut adalah Satlinmas "Pamolah" (Patroli dan Monitoring Wilayah), sebuah sistem pemantauan dan respons cepat terhadap potensi bencana di Kelurahan Hegarmanah. Tim Pamolah bertugas berkeliling setiap hari untuk memantau ancaman seperti longsor, banjir, atau pohon tumbang. Jika ada ancaman, tim ini segera melapor ke kelurahan dan diteruskan ke kecamatan serta dinas terkait.

Farhan mengapresiasi inovasi lokal ini dan menilai bahwa Pamolah menjadi ujung tombak dalam mitigasi bencana di tingkat komunitas. “Kekuatan utama kita bukan alat, tapi sistem peringatan dini berbasis warga. Linmas dan RW adalah garda terdepan dalam melindungi jiwa warga,” kata Farhan.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.