Wali Kota Bandung Evaluasi Program Kang Pisman dan Buruan Sae
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 11 Juni 2025 | 20:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung tengah melakukan evaluasi terhadap dua program pengurangan sampah, yakni Buruan Sae dan Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan (Kang Pisman). Langkah ini dilakukan untuk memastikan efektivitas kedua program yang sebelumnya digagas oleh Wali Kota Bandung terdahulu, almarhum Oded M Danial.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa evaluasi mencakup penelusuran dasar hukum dan esensi program guna menemukan perbaikan yang perlu dilakukan.
"Saya itu sekarang sedang menelisik dasar aturan dari Buruan Sae dan juga dari Kang Pisman. Jadi kita lagi mau melihat dulu esensinya apa dan apa perbaikan yang bisa kita lakukan. Karena memang kita perlu sekali untuk memastikan bahwa sampah itu harus sudah selesai dari hulunya," ujar Farhan di Kantor DPRD Kota Bandung, Rabu (11/6/2025).
Secara khusus, Farhan menyebut program Buruan Sae akan mengalami perubahan identitas, karena nama dan logonya telah terdaftar atas nama pribadi.
"Kita akan ganti nama sama ganti logo khusus untuk Buruan Sae, karena Buruan Sae ternyata logo dan namanya sudah didaftarkan dengan nama pribadi orang lain, jadi kita akan pakai nama lembaga saja," jelasnya.
Sementara itu, terkait Kang Pisman, Farhan menilai capaian program masih belum optimal.
"Output dari Kang Pisman itu kawasan bebas sampah. Kawasan bebas sampah ini sekarang ini baru ada kurang dari sepertiga dari seluruh kecamatan. Padahal satu kawasan bebas sampah itu hanya mengelola 30 persen sampah sebelum dibuang. Secara rata-rata ini masih kurang dari 10 persen," paparnya.
Ia pun mendorong partisipasi aktif warga untuk menjalankan prinsip pengelolaan sampah dari hulu, dibarengi dengan pengembangan teknologi seperti insinerator berskala kecil di beberapa titik.
"Kalau semua warga ikutan Kang Pisman dan Buruan Sae, insya Allah 30 persen sampah akan tertangani. Sampah yang dikelola di hulu kalau sudah 100 persen Kawasan Bebas Sampah 30 persen, sampahnya terselesaikan 600 ton. Itu yang lagi kita kejar sekarang. Insinerator pelan-pelan sudah mulai berdiri-berdiri, kita lagi coba satu per satu," tegas Farhan. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!