Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Waktu Sarapan Pengaruhi Kadar Gula Darah, Ini Penjelasan Ahli

Desi Rossilawati
Selasa, 1 Juli 2025 | 01:00 WIB
Bagikan
Waktu Sarapan Pengaruhi Kadar Gula Darah, Ini Penjelasan Ahli
VISI.NEWS | BANDUNG - Studi terbaru menemukan bahwa waktu sarapan memiliki pengaruh besar terhadap kadar gula darah pada pengidap diabetes tipe 2. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Diabetes & Metabolic Syndrome: Clinical Research & Reviews ini menunjukkan, sarapan lebih siang dapat membantu menekan lonjakan gula darah setelah makan. Penelitian dilakukan di Australia selama enam minggu dengan melibatkan 14 orang dewasa penderita diabetes tipe 2. Para peserta diminta sarapan pada tiga waktu berbeda: pukul 07.00, 09.30, dan 12.00. Hasilnya, peserta yang sarapan pada pukul 09.30 dan 12.00 mengalami lonjakan gula darah yang lebih rendah dibandingkan mereka yang sarapan pukul 07.00. Menurut tim peneliti, lonjakan gula darah di pagi hari disebabkan oleh tingginya hormon kortisol sekitar pukul 08.00 serta fenomena dawn phenomenon, yaitu kenaikan gula darah alami saat bangun tidur yang umum terjadi pada penderita diabetes tipe 2. Dengan menunda sarapan ke pukul 09.30 atau 12.00, tubuh sudah melewati fase lonjakan alami tersebut, sehingga kadar gula darah setelah makan tidak meningkat drastis. Menariknya, aktivitas jalan kaki 20 menit setelah sarapan hanya sedikit menurunkan gula darah pada kelompok yang sarapan pukul 07.00 dan 12.00, dan tidak memberikan efek signifikan pada mereka yang sarapan pukul 09.30. Para ahli menekankan, meski temuan ini bermanfaat, perubahan pola makan sebaiknya dilakukan dengan konsultasi tenaga medis, terutama bagi pasien yang mengonsumsi obat diabetes yang perlu diminum bersamaan dengan makan. "Kalau mau coba geser waktu sarapan, pastikan konsisten dan tetap menjaga pola makan sehat," kata peneliti. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.