Wajah Taman Balekambang Peninggalan KGPAA Mangkunegoro VII Ditata Ulang
"Selama Taman Balekambang ditutup total selama lebih setahun nanti, pertunjukan kethoprak akan tetap digelar. Tempatnya, sementara dipindahkan ke gedung Graha Wisata Niaga. Sedangkan Sendratari Ramayana akan dipentaskan ke kecamatan-kecamatan secara bergilir. Selain pentas kesenian, seluruh aktivitas wisata di Taman Balekambang dihentikan," jelasnya.
Kethoprak Balekambang sendiri memiliki sejarah panjang. Di Taman Balekambang, awalnya terdapat gedung kethoprak dan gedung Srimulat sebelum dipindah ke THR Surabaya.
Dari panggung kesenian tradisional kethoprak tersebut, lahir kuliner khas Solo yang bernama "Bakmi Kethoprak".
Menyinggung jumlah pengunjung Taman Balekambang, sejak dibuka pascapandemi, Sumeh mengungkapkan, pada Agustus 2021 saat mulai aktif kunjungan per hari rata-rata antara 200 sampai 500 orang.
Belakangan jumlah kunjungan meningkat pesat dan saat hari libur bisa mencapai ribuan orang.
"Pertunjukan Sendratari Ramayana di panggung terbuka juga diminati banyak wisatawan mancanegara. Kita harapkan, setelah penataan dengan fasilitas yang lebih baik, jumlah pengunjung makin meningkat," ungkapnya.
Taman Balekambang sendiri, saat ini merupakan satu-satunya tempat rekreasi di ruang terbuka hijau di Kota Solo, setelah Taman Sriwedari ditutup karena menjadi obyek sengketa. Sedangkan kebun binatang di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) di tepi Bengawan Solo, juga ditata ulang dengan konsep Taman Safari. @tok
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!